{"id":977,"date":"2014-10-28T19:17:24","date_gmt":"2014-10-28T19:17:24","guid":{"rendered":"http:\/\/asiswanto.net\/?page_id=977"},"modified":"2014-10-31T03:59:38","modified_gmt":"2014-10-31T03:59:38","slug":"trisakti-dan-pendidikan","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/as.pirus.id\/?page_id=977","title":{"rendered":"TRISAKTI DAN PENDIDIKAN KI HADJAR"},"content":{"rendered":"<p class=\"western\" lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000080;\">Sejak pilihan sidang BPUPKI jatuh ke paham integritas, maka sikap bangsa ini sangat jelas ketika di dunia ini ada dua paham yang saling berseberangan, yaitu individualisme dan kelas atau golongan. Paham integritas yang dipilih di BPUPKI jelas bukan gabungan atau sintesa dari dua paham yang berseberangan tersebut. Bebas dalam berpolitik yang muncul dalam konstitusi sebagai non blok\u00a0adalah perwujudan semangat kemandirian bangsa. <strong>Politik bebas dan aktif itu menghendaki kemandirian bangsa sebagai syarat dan itu hanya bisa dibangun melalui proses pendidikan<\/strong>. <span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"id-ID\">Pesan ini sangat jelas bagi Pendidikan Indonesia tanpa perlu harus dijelaskan lagi. Pandai saja tidak cukup, cerdas, mumpuni, dan mencintai bangsa dan negaranya serta sedia mengabdikan dirinya bagi kepentingan bangsa dan negara adalah <\/span><\/span><\/span><\/span><span style=\"font-size: small;\"><i><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"id-ID\">necessery condition<\/span><\/span><\/span><\/i><\/span><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"id-ID\">. <\/span><\/span><\/span><\/span>Politik non blok\u00a0adalah pilihan yang tidak memihak terhadap salah satu blok, entah blok barat atau blok timur [Soekarno, SU PBB XV,30 Sept 1960].\u00a0\u00a0Ke dalam, sebagai konsekuensi logis, pendidikan Indonesia adalah usaha <span style=\"font-family: 'Liberation Serif', 'Times New Roman', serif;\"><span lang=\"id-ID\"><b>untuk memerdekakan batin dan lahir sehingga manusia tidak tergantung kepada orang lain akan tetapi bersandar atas kekuatan sendiri <\/b>[Pendidikan Tamansiswa]<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000080;\">Trisakti adalah pidato Soekarno di Sidang Umum MPRS ke-lll pada tanggal 11 April 1965<sup><a class=\"sdfootnoteanc\" href=\"#sdfootnote1sym\" name=\"sdfootnote1anc\"><span style=\"color: #000080;\"><sup>*<\/sup><\/span><\/a>**<\/sup> :<\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000080; font-size: 10pt;\">\u201c<span style=\"font-family: 'URW Bookman L', 'Times New Roman';\"><i>Memang, di dalam situasi nasional dan internasional dewasa ini, maka Trisakti kita, yaitu berdaulat dan bebas dalam politik, berkepribadian dalam kebudayaan, berdikari di bidang ekonomi, adalah senjata yang paling ampuh di tangan s<\/i><\/span><span style=\"font-family: 'URW Bookman L', 'Times New Roman';\"><i>eluruh rakyat kita, di tangan prajurit-prajurit Revolusi kita, untuk menyelesaikan Revolusi Nasional kita yang maha dahsyat sekarang ini.\u201d<\/i><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000080;\">\u00a0Video :\u00a0<a title=\"Pidato Soekarno mengenai triakti\" href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=PcrLo90_Gv4\" target=\"_blank\"><strong>Pidato Soekarno mengenai \u00a0Trisakti<\/strong><\/a><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000080;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', 'Times New Roman', serif;\"><span lang=\"id-ID\">Mengapa <\/span><\/span><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', 'Times New Roman', serif;\"><span lang=\"id-ID\"><b>Tri Sakti<\/b><\/span><\/span><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', 'Times New Roman', serif;\"><span lang=\"id-ID\"> harus menjadi haluan pendidikan ? <strong>Hakekat Trisakti adalah pemupukan rasa solidaritas bangsa, rasa kemandirian bangsa, rasa kebanggaan bangsa dalam segala keragaman sehingga rasa itu menjadi pengikat semangat persatuan dan kesatuan bangsa seperti tertera dalam haluan negara Bhinneka Tunggal Ika.<\/strong> Jadi, Trisakti adalah muara Bhinneka Tunggal Ika, output dari Bhinneka Tunggal Ika.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000080;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"id-ID\">Ada tiga tahap tujuan pendidikan Ki Hadjar Dewantara, yaitu Hamemayu Hayuning Sarira, yaitu pendidikan harus bermanfaat bagi dirinya sendiri dan keluarga. <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-size: small;\"><i><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"id-ID\">Hamemayu Hayuning Bongso<\/span><\/span><\/i><\/span><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"id-ID\">, yaitu pendidikan harus bermanfaat bagi bangsanya. <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-size: small;\"><i><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"id-ID\">Hamemayu Hayuning Bawana<\/span><\/span><\/i><\/span><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"id-ID\">, pendidikan harus bermanfaat bagi dunia. Ketiga tahap itu adalah satu kesatuan tujuan pendidikan yaitu <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-size: small;\"><i><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"id-ID\">Hamemayu Hayuning Manungso<\/span><\/span><\/i><\/span><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"id-ID\">.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000080;\">Dalam hal ini, pendidikan bagi Ki Hadjar Dewantara, adalah tempat \u00a0dimana benih-benih kebudayaan yang hidup \u00a0dalam masyarakat kebangsaaan dan kebudayaan disemai agar \u00a0unsur-unsur peradaban dan kebudayaan tersebut dapat tumbuh sebaik-baiknya dan dapat diteruskan kepada generasi \u00a0ke generasi.<\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000080;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"id-ID\">Oleh karena itu Trisakti, sebagai haluan pendidikan, adalah sebuah ajian sakti <\/span><\/span><\/span><\/span><span style=\"font-size: small;\"><i><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"id-ID\">hamemayu hayuning manungso<\/span><\/span><\/span><\/i><\/span><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"id-ID\"> warisan pendahulu republik untuk tetap menjaga semangat proklamasi 17 Agustus 1945 yang berdasar semangat gotong royong. Semangat ini harus dipupuk dan dibiasakan sejak dini melalui proses pendidikan agar pendidikan bermanfaat bagi yang bersangkutan. keluarga, dan bangsanya serta dunia.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"en-US\" style=\"text-align: center;\" align=\"JUSTIFY\"><a href=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Tri-Rahayu.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-915\" src=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Tri-Rahayu.jpg\" alt=\"Tri Rahayu\" width=\"869\" height=\"576\" srcset=\"https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Tri-Rahayu.jpg 869w, https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Tri-Rahayu-300x198.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 869px) 100vw, 869px\" \/><\/a><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000080;\">Inilah hakekat ruh bangsa Indonesia dalam wadag NKRI. Meskipun ruh bangsa Indonesia telah ada sebelum wadag itu ada, namun bangsa itu adalah ruh yang butuh raga. Maka, raga itu terbentuk oleh proklamasi 17 Agustus 1945. Tidak mungkin ada raga tanpa ruh, atau sebaliknya ruh tanpa raga. Maka, bangsa Indonesia dengan proklamasi 17 Agustus 1945 adalah satu kesatuan tak terpisahkan, karena oncatnya ruh akan menyebabkan raga itu itu terombang-ambing seperti gembung. Proses itu kini sedang terjadi, bangsa ini mulai tercabut dari akarnya sehingga tri revolusioner menurut Daoed Joesoef itu hilang yaitu : Bangsa, Negara Bangsa, dan Pancasila sebagi perekat jiwa bangsa.<\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000080;\"><span lang=\"id-ID\">Oleh karena itu, generasi yang tangguh adalah solusi dan itu hanya bisa dibangun melalui pendidikan Warga Sejati untuk memersiapkan mereka sebagai generasi tangguh, patriot yang <\/span><span lang=\"id-ID\"><i>\u201ctedhas tapak paluning pandhe sisaning gurindo\u201d<\/i><\/span><span lang=\"id-ID\"> yang akan mengawal NKRI sepanjang hayat dikandung badan adalah sebuah kemutlakan yang menjadi tanggung jawab Pendidikan untuk membangunkan jiwa dan raga bangsa.<\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\">Terkait :<\/p>\n<ol>\n<li><a title=\"Pendidikan dan Pengajaran menurut Ki Hadjar Dewantara\" href=\"http:\/\/asiswanto.net\/?page_id=305\" target=\"_blank\"><span style=\"line-height: 1.5;\">Pendidikan dan Pengajaran menurut Ki Hadjar Dewantara<\/span><\/a><\/li>\n<li><a style=\"line-height: 1.5;\" title=\"Warga Sejati, Sebuah Gegayuhan atau Foresight\" href=\"http:\/\/asiswanto.net\/?page_id=584\" target=\"_blank\">Warga Sejati, Sebuah Gegayuhan atau <em>Foresight<\/em><\/a><\/li>\n<li><a title=\"Sari Pati Pemikiran Ki Hadjar Dewantara\" href=\"http:\/\/asiswanto.net\/?page_id=584\" target=\"_blank\">Sari Pati Pemikiran Ki Hadjar\u00a0Dewantara<\/a><\/li>\n<li><a title=\"Paradigma Pendidikan Indonesia\" href=\"http:\/\/asiswanto.net\/?page_id=382\" target=\"_blank\">Paradigma Pendidikan Indonesia\u00a0<\/a><\/li>\n<li><a title=\"Visi NKRI dan Pendidikan Indonesia\" href=\"http:\/\/asiswanto.net\/?page_id=576\" target=\"_blank\">Visi NKRI dan Pendidikan Indonesia<\/a><\/li>\n<\/ol>\n<p>_____________________<\/p>\n<div id=\"sdfootnote1\">\n<p class=\"sdfootnote-western\"><a class=\"sdfootnotesym\" href=\"#sdfootnote1anc\" name=\"sdfootnote1sym\">*<\/a><sup>**<\/sup>Arsip Nasional : Sidang Umum MPRS ke-lll pada tanggal 11 April 1965, <a class=\"western\" href=\"http:\/\/kepustakaan-presiden.pnri.go.id\/speech\/?box=detail&amp;id=42&amp;from_box=list_1XX_245&amp;hlm=1&amp;search_7XX=Soekarno&amp;presiden_id=1&amp;presiden=sukarno\">http:\/\/kepustakaan-presiden.pnri.go.id\/speech\/?box=detail&amp;id=42&amp;from_box=list_1XX_245&amp;hlm=1&amp;search_7XX=Soekarno&amp;presiden_id=1&amp;presiden=sukarno<\/a><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejak pilihan sidang BPUPKI jatuh ke paham integritas, maka sikap bangsa ini sangat jelas ketika di dunia ini ada dua paham yang saling berseberangan, yaitu individualisme dan kelas atau golongan. Paham integritas yang dipilih di BPUPKI jelas bukan gabungan atau sintesa dari dua paham yang berseberangan tersebut. Bebas dalam berpolitik yang muncul dalam konstitusi sebagai &hellip; <a href=\"https:\/\/as.pirus.id\/?page_id=977\" class=\"more-link\">Continue reading <span class=\"screen-reader-text\">TRISAKTI DAN PENDIDIKAN KI HADJAR<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1009,"parent":33,"menu_order":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_links_to":"","_links_to_target":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/977"}],"collection":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=977"}],"version-history":[{"count":20,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/977\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":979,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/977\/revisions\/979"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/33"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1009"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=977"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}