{"id":849,"date":"2014-10-17T06:50:36","date_gmt":"2014-10-17T06:50:36","guid":{"rendered":"http:\/\/asiswanto.net\/?page_id=849"},"modified":"2014-12-30T00:38:43","modified_gmt":"2014-12-30T00:38:43","slug":"sari-pati-ajaran-ki-hadjar-dewantara","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/as.pirus.id\/?page_id=849","title":{"rendered":"LINI MASA KI HADJAR DEWANTARA SEBAGAI PERINTIS KEMERDEKAAN, PERINTIS PENDIDIKAN NASIONAL, PERINTIS KEBUDAYAAN BANGSA, DAN BAPAK POLITIK NASIONALISME INDONESIA"},"content":{"rendered":"<p align=\"justify\"><span style=\"color: #141412;\"><span style=\"font-family: 'Source Sans Pro', Helvetica, sans-serif;\">Upaya untuk memahami ajaran Ki Hadjar Dewantara sebagai Perintis \u00a0Kemerdekaan, Perintis Pendidikan, dan Perintis Kebudayaan Indonesia<a class=\"sdfootnoteanc\" href=\"#sdfootnote1sym\" name=\"sdfootnote1anc\"><sup>1<\/sup><\/a>, atau sebagai Bapak Politik Nasionalisme Indonesia<a class=\"sdfootnoteanc\" href=\"#sdfootnote2sym\" name=\"sdfootnote2anc\"><sup>2<\/sup><\/a> dan sebagai pendiri\u00a0Perguruan Nasional Taman Siswa pada 3 Juli 1922 berarti harus merentang\u00a0perjalanan hidup Ki Hadjar Dewantara sejak 1900 sebagai penanda peralihan perjuangan pisik ke perjuangan politik untuk melawan penjajahan Belanda hingga ke Kongress Majelis Luhur Taman Siswa 1956, tiga tahun sebelum beliau wafat. Dengan rentang waktu yang panjang tersebut pergoalakan jiwa Ki Hadjar akan terlihat dalam benang merah pemikiran beliau sehingga bisa diambil sari patinya.<\/span><\/span><\/p>\n<div id=\"sdfootnote1\" style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Timeline-KHD1.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter  wp-image-862\" src=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Timeline-KHD1.jpg\" alt=\"Timeline KHD\" width=\"673\" height=\"332\" srcset=\"https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Timeline-KHD1.jpg 931w, https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Timeline-KHD1-300x148.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 673px) 100vw, 673px\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejak awal 1900\u00a0RM Soeryadi Suryaningrat banyak bergaul dengan tokoh pergerakan seperti Dr Wahidin Soedirohoesodo yang telah memulai gerakan dengan berkeliling ke Karesidenan di Jawa untuk meminta bantuan melalui pendidikan untuk bangsanya guna membangun pendidikan bagi bangsanya. Tentu beliau bergaul pula dengan tokoh-tokoh pergerakan yang lain, seperti Dr Soetomo, Dr Tjipto Mangunkoesoemo \u00a0dll., yang kemudian mendirikan Boedi Oetomo, 1908. Di Boedi Oetomo ada beberapa tokoh yang kelak terlibat dalam pendirian Perguruan Nasional Taman Siswa. Bahkan kongres pertama Boedi Oetomo diselenggarakan di Jogja setahun kemudian di Aula SMA 11 Jogja, Jl AM Sangaji sekarang. Jelas pergolakan jiwa RM Soerjadi Soeryaningrat adalah <strong>melawan penjajahan<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Interseksi-BO.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-896\" src=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Interseksi-BO.jpg\" alt=\"Interseksi BO\" width=\"810\" height=\"355\" srcset=\"https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Interseksi-BO.jpg 810w, https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Interseksi-BO-300x131.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 810px) 100vw, 810px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada 22 Desember 1912, bersama dengan Dr Tjipto Mangun Koesoemo dan\u00a0<span style=\"color: #545454;\">E.F.E. Douwes Dekker, RM Soeryadi Soeryaningrat mendirikan gerakan partai politik pertama yang dinamakan\u00a0<em style=\"font-weight: bold;\">Indische Party. <\/em>Akibat\u00a0<\/span>gerakan ini Douwes Dekker\u00a0ke Kupang, Dr Tjipto ke Bandaneira, dan RM Soerjadi Soeryaningrat ke Bangka yang akhirnya diasingkan ke Belanda. Di pengasingan Belanda ini adalah tonggak perubahan pemikiran Rm Suryadi Suryaningrat karena disana dia bertemu dengan tokoh-tokoh pergerakan lainnya, dan <span style=\"color: #4f4f4f;\">Tahun 1913 \u2013 1915 RMSS menempuh pendidikan Paedagogie di Nederland hingga mendapatkan sertifikat sebagai pengajar Eropa. Sementara isterinya R<\/span><span style=\"color: #4f4f4f;\">Ay Soetartinah Sasraningrat (RSS) mengajar\u00a0Kinder Garten di\u00a0Frobel School yaitu sekolah anak-anak dengan sistem Frobel<a class=\"sdfootnoteanc\" href=\"#sdfootnote3sym\" name=\"sdfootnote3anc\"><sup>3<\/sup><\/a>.\u00a0<\/span><span style=\"color: #252525;\">\u00a0Juga, beliau\u00a0 mempelajari pemikiran tokoh-tokoh\u00a0pendidikan seperti\u00a0<a title=\"Froebel\" href=\"http:\/\/www.froebelweb.org\/\" target=\"_blank\">Friederich Wilhelm August Fr\u00f6bel<\/a>\u00a0<\/span>dan <a title=\"Maria Montessori\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Maria_Montessori\" target=\"_blank\">Maria Montessori<\/a>. Pemikiran ke dua tokoh ini banyak mewarnai pemikiran Ki Hadjar, baik dalam filosofi pemikiran beliau mengenai <span style=\"font-size: 12pt;\">sistem pendidikan maupun pedagogi yang diterapkan di Pendidikan Taman Siswa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt; font-family: arial, helvetica, sans-serif;\"><span style=\"color: #000000;\">Tahun 1920 timbul cita-cita baru yang menghendaki <\/span><span style=\"color: #000000;\">perubahan radikal dalam lapangan pendidikan dan pengajaran yang merupakan gabungan <\/span><span style=\"color: #000000;\"><b>kesadaran kultural dan kebangkitan politik<\/b><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-size: 12pt; font-family: arial, helvetica, sans-serif;\"> yang merupakan idam-idaman kemerdekaan Nusa dan Bangsa sebagai jaminan kemerdekaan dan kebebasan kebudayaan lndonesia<\/span><a class=\"sdfootnoteanc\" href=\"#sdfootnote4sym\" name=\"sdfootnote4anc\"><sup>4<\/sup><\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<div id=\"sdfootnote1\">\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span lang=\"id-ID\">RM\u00a0Surjo Kusumo kemudian mendirikan\u00a0Paguyuban Saka<\/span><sup><a class=\"sdfootnoteanc\" href=\"#sdfootnote5sym\" name=\"sdfootnote5anc\">5<\/a>\u00a0<\/sup><\/span>atau Selasa Kliwonan bersama RM Soewardi Suryaningrat, Ki Ageng Suryomataram, RM Sutatmo Suryokusumo, Sutopo Wonoboyo, Gondoatmojo, Ki Prawirowiworo, Ki Pronowidigdo, BRM Subono, dan RMH Suryoputro. Soekarno juga sering hadir dalam pertemuan Saka dan Tri Rahayu mulai dibahas di pertemuan. Buah dari Saka adalah kelahiran\u00a0<em>Nationaal Onderwijjs Instituut<\/em>\u00a0atau Perguruan Nasional Taman Siswa yang sekaligus mengakhiri SAKA.<\/p>\n<\/div>\n<div><a href=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Perguruan-taman-siswa1.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter  wp-image-892\" src=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Perguruan-taman-siswa1.jpg\" alt=\"Perguruan taman siswa1\" width=\"518\" height=\"354\" srcset=\"https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Perguruan-taman-siswa1.jpg 320w, https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Perguruan-taman-siswa1-300x205.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 518px) 100vw, 518px\" \/><\/a><\/div>\n<div><\/div>\n<div><\/div>\n<div id=\"sdfootnote1\"><\/div>\n<div><\/div>\n<div id=\"sdfootnote1\" style=\"text-align: justify;\">Menurut Prof Dr M Sardjito<sup><a class=\"sdfootnoteanc\" href=\"#sdfootnote6sym\" name=\"sdfootnote6anc\">6<\/a>\u00a0<\/sup>, Perguruan Nasional Taman Siswa yang didirikan oleh Ki Hadjar Dewantara adalah alat untuk mencapai tujuan yang besar yaitu Kebudayaan Nasional. Sedang menurut Ki Hadjar, Pendidikan Nasional adalah Pendidikan yang berdasarkan garis hidup bangsanya\u00a0 (kultural-nasional) dan ditujukan untuk keperluan perikehidupan (<em>maatschappelijk<\/em>) yang dapat mengangkat derajat negeri dan rakyatnya sehingga bersamaan kedudukan dan pantas bekerja sama dengan lain-lain bangsa untuk kemuliaan segenap manusia diseluruh dunia<sup><a class=\"sdfootnoteanc\" href=\"#sdfootnote7sym\" name=\"sdfootnote7anc\">7<\/a><\/sup>.\u00a0Maka, perlawanan Ki Hadjar dalam pendidikan muncul dalam pendidikan budi pekerti dimana\u00a0pendidikan bukan hanya\u00a0mengutamakan <em>individualistis, intelektualistis, dan materialistis <\/em>yang tidak mengandung pendidikan budi pekerti dan kecerdasan batin. Pendidikan budi pekerti yang \u00a0dimaksud oleh Ki Hadjar tidak lain adalah pendidikan <strong>Kepribadian Bangsa<\/strong>. Maka, pada tahun 1932, Belanda mengeluarkan <em>Wilde Schoolen Ordonantie <\/em>yang melarang sekolah-sekolah liar seperti Taman Siswa.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Oleh karena itu, tujuan Pendidikan Ki Hadjar dirumuskan dalam Tri Rahayu, yaitu :<\/p>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<ol>\n<li><strong><em>Hamemayu Hayununging Sarira<\/em><\/strong>, yaitu pendidikan bermanfaat bagi yang bersangkutan dan keluarganya, agar bisa mandiri dan tidak tergantung kepada orang lain.<\/li>\n<li><strong><em>Hamemayu Hayuning Bongso<\/em><\/strong>, yaitu pendidikan bermanfaat kepada bangsanya.<\/li>\n<li><strong><em>Hamemayu Hayuning Bawono<\/em><\/strong>, yaitu pendidikan bermanfaat bagi dunia.<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan demikian, Ki Hadjar melalui Perguruan Nasional Taman Siswa hendak membangun modal sosial bangsa sesuai dengan jati diri bangsa atau jiwa bangsa yang satu<sup><a class=\"sdfootnoteanc\" href=\"#sdfootnote8sym\" name=\"sdfootnote8anc\">8<\/a>\u00a0<\/sup> melalui Pendidikan secara berjenjang sejak Taman Indira hingga Taman Guru.<\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Taman_Indria\"><span style=\"color: #0b0080;\"><span style=\"font-family: sans-serif;\">Taman Indria<\/span><\/span><\/a><span style=\"color: #252525;\"><span style=\"font-family: sans-serif;\">\u00a0atau Taman kanak-kanak\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Taman_Muda\"><span style=\"color: #0b0080;\"><span style=\"font-family: sans-serif;\">Taman Muda<\/span><\/span><\/a><span style=\"color: #252525;\"><span style=\"font-family: sans-serif;\">\u00a0atau Sekolah Dasar (<\/span><\/span><a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/SD\"><span style=\"color: #0b0080;\"><span style=\"font-family: sans-serif;\">SD<\/span><\/span><\/a><span style=\"color: #252525;\"><span style=\"font-family: sans-serif;\">)<\/span><\/span><\/li>\n<li><a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/w\/index.php?title=Taman_Dewasa&amp;action=edit&amp;redlink=1\"><span style=\"color: #a55858;\"><span style=\"font-family: sans-serif;\">Taman Dewasa<\/span><\/span><\/a><span style=\"color: #252525;\"><span style=\"font-family: sans-serif;\">\u00a0atau Sekolah Menegah Pertama (<\/span><\/span><a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/SMP\"><span style=\"color: #0b0080;\"><span style=\"font-family: sans-serif;\">SMP<\/span><\/span><\/a><span style=\"color: #252525;\"><span style=\"font-family: sans-serif;\">)<\/span><\/span><\/li>\n<li><a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Taman_Madya\"><span style=\"color: #0b0080;\"><span style=\"font-family: sans-serif;\">Taman Madya<\/span><\/span><\/a><span style=\"color: #252525;\"><span style=\"font-family: sans-serif;\">\u00a0atau Sekolah Menengah Atas (<\/span><\/span><a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/SMA\"><span style=\"color: #0b0080;\"><span style=\"font-family: sans-serif;\">SMA<\/span><\/span><\/a><span style=\"color: #252525;\"><span style=\"font-family: sans-serif;\">)<\/span><\/span><\/li>\n<li><a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/w\/index.php?title=Taman_Guru&amp;action=edit&amp;redlink=1\"><span style=\"color: #a55858;\"><span style=\"font-family: sans-serif;\">Taman Guru<\/span><\/span><\/a><span style=\"color: #252525;\"><span style=\"font-family: sans-serif;\">\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Tri-Rahayu.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-915\" src=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Tri-Rahayu.jpg\" alt=\"Tri Rahayu\" width=\"869\" height=\"576\" srcset=\"https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Tri-Rahayu.jpg 869w, https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Tri-Rahayu-300x198.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 869px) 100vw, 869px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">atau seperti dituis oleh Soekarno :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/Pancasila-Bung-Karno.png\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-577\" src=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/Pancasila-Bung-Karno.png\" alt=\"Pancasila Bung Karno\" width=\"529\" height=\"631\" srcset=\"https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/Pancasila-Bung-Karno.png 529w, https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/Pancasila-Bung-Karno-251x300.png 251w\" sizes=\"(max-width: 529px) 100vw, 529px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Martin Ramstedt<a class=\"sdfootnoteanc\" href=\"#sdfootnote9sym\" name=\"sdfootnote9anc\"><sup>9<\/sup><\/a>, Pendidikan Taman Siswa menyerap apa yang dinamakan\u00a0&#8220;<strong><em>Contemporary Alternative Education Movements di Eropa dan India<\/em><\/strong>&#8221; seperti &#8220;<em>Pedagogical Method Advocating \u00a0Freedom and Spontaneity<\/em>&#8221;\u00a0Maria Montessori, Sistem Pestalozzi, sistem Dalton, <em>Humanitarian School System<\/em>, <em>Grundvig&#8217;s People&#8217;s University System, Rudolf Steiner&#8217;s Anthroposophical Education, dan Rabindranatah Tagore&#8217;s \u00a0Vishva Bharati<\/em> <em>School<\/em> di Shantiniketan. Montessori\u00a0mengunjungi Taman Siswa pada 1941 untuk melihat dan memberikan beberapa saran. Bahkan Tagore dan beberapa anak serta Prof. Pandia\u00a0\u00a0dari Bombay \u00a0dan Dr \u00a0Khair juga datang ke Taman Siswa untuk belajar. Hal ini menunjukkan bahwa Taman Siswa telah menjadi Sekolah Internasional ketika Indonesia belum merdeka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">_____________________<\/p>\n<div id=\"sdfootnote1\">\n<p class=\"sdfootnote\"><a class=\"sdfootnotesym\" href=\"#sdfootnote1anc\" name=\"sdfootnote1sym\">1<\/a>Prof Dr Sardjito, Sambutan Pada Pengukuhan Dr HC Ki Hadjar Dewantara di \u00a01908. di Srimanganti, 1956<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"sdfootnote2\">\n<p class=\"sdfootnote\"><a class=\"sdfootnotesym\" href=\"#sdfootnote2anc\" name=\"sdfootnote2sym\">2<\/a>Presiden Soekarno, Sambutan Pada Pengukuhan Dr HC Ki Hadjar Dewantara di Srimanganti, 1956<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"sdfootnote3\">\n<p class=\"sdfootnote\"><a class=\"sdfootnotesym\" href=\"#sdfootnote3anc\" name=\"sdfootnote3sym\">3<\/a>Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa,\u00a0http:\/\/www.tamansiswa.org\/publikasi-mainmenu-29\/pijar-mainmenu-37\/54-rm-soewardi-soerjaningrat-ditengah-reformasi-pendidikan-di-eropa.html, online\u00a010\/17\/2014<\/p>\n<div id=\"sdfootnote4\">\n<p class=\"sdfootnote\"><a class=\"sdfootnotesym\" href=\"#sdfootnote4anc\" name=\"sdfootnote4sym\">4<\/a>Presiden Soekarno, Pengukuhan Dr HC Ki Hadjar Dewantara di Srimanganti, 1956<\/p>\n<div id=\"sdfootnote5\">\n<p class=\"sdfootnote\"><a class=\"at\" href=\"#sdfootnote5anc\" name=\"sdfootnote5sym\">5<\/a>Ki Hadjar Dewantara, Democracy and Leiderschap, MLTS, hal 6<\/p>\n<div id=\"sdfootnote6\">\n<p class=\"sdfootnote\"><a class=\"sdfootnotesym\" href=\"#sdfootnote6anc\" name=\"sdfootnote6sym\">6<\/a>Prof Dr Sardjito, Sambutan Pada Pengukuhan Dr HC Ki Hadjar Dewantara di \u00a01908. di Srimanganti, 1956<\/p>\n<div id=\"sdfootnote7\">\n<p class=\"sdfootnote\"><a class=\"sdfootnotesym\" style=\"line-height: 1.5;\" href=\"#sdfootnote8anc\" name=\"sdfootnote7sym\">7<\/a><span style=\"line-height: 1.5;\">Ki Hadjar Dewantara,\u00a0Pengukuhan Dr HC UGM di Srimanganti,1956<\/span><\/p>\n<div id=\"sdfootnote8\">\n<p class=\"sdfootnote\"><a class=\"sdfootnotesym\" href=\"#sdfootnote8anc\" name=\"sdfootnote8sym\">8<\/a>Ernest Renan, Sorbon, 1779<\/p>\n<div id=\"sdfootnote9\">\n<p class=\"sdfootnote\"><a class=\"sdfootnotesym\" href=\"#sdfootnote9anc\" name=\"sdfootnote9sym\">9<\/a>Martin Ramsted, <em>South Asian Transnasionalisms<\/em>, editor: Babli Sinna, Taylor &amp; Francis,2012, hal 74-77.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Upaya untuk memahami ajaran Ki Hadjar Dewantara sebagai Perintis \u00a0Kemerdekaan, Perintis Pendidikan, dan Perintis Kebudayaan Indonesia1, atau sebagai Bapak Politik Nasionalisme Indonesia2 dan sebagai pendiri\u00a0Perguruan Nasional Taman Siswa pada 3 Juli 1922 berarti harus merentang\u00a0perjalanan hidup Ki Hadjar Dewantara sejak 1900 sebagai penanda peralihan perjuangan pisik ke perjuangan politik untuk melawan penjajahan Belanda hingga ke &hellip; <a href=\"https:\/\/as.pirus.id\/?page_id=849\" class=\"more-link\">Continue reading <span class=\"screen-reader-text\">LINI MASA KI HADJAR DEWANTARA SEBAGAI PERINTIS KEMERDEKAAN, PERINTIS PENDIDIKAN NASIONAL, PERINTIS KEBUDAYAAN BANGSA, DAN BAPAK POLITIK NASIONALISME INDONESIA<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":15,"menu_order":1,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_links_to":"","_links_to_target":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/849"}],"collection":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=849"}],"version-history":[{"count":77,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/849\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1226,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/849\/revisions\/1226"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/15"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=849"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}