{"id":73,"date":"2014-08-23T01:25:50","date_gmt":"2014-08-23T01:25:50","guid":{"rendered":"http:\/\/asiswanto.net\/?page_id=73"},"modified":"2014-12-30T01:20:43","modified_gmt":"2014-12-30T01:20:43","slug":"ing-ing-tut","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/as.pirus.id\/?page_id=73","title":{"rendered":"Ing &#8211; Ing &#8211; Tut"},"content":{"rendered":"<p><strong>Ing Ngarso Sung Tulodo<\/strong><br \/>\n<strong> Ing Madya Mangun Karso<\/strong><br \/>\n<strong> Tut Wuri Handayani<\/strong><\/p>\n<p>Pergulatan batin dan pemikiran Ki Hadjar Dewantara memang tidak lepas dari semangat perjuangan dan cinta negeri yang mengejawantah dalam pemikiran beliau dalam pembebasan bangsanya dari kebodohan, kemiskinan, penjajahan baik lahir maupun batin, dan sekaligus kaderisasi kepemimpinan patriot pejuang bangsa.<\/p>\n<p>Perpaduan pemikiran-pemikiran tersebut memunculkan model 2IS KHD yang dikenal sebagai Ing, Ing, Sung dan merupakan kependekan dari tiga kalimat Jawa yaitu :<\/p>\n<ul>\n<li>\u00a0Ing Ngarso Sung Tulodho.<\/li>\n<li>\u00a0Ing Madya Mangun Karso<\/li>\n<li>\u00a0Tut Wuri Handayani<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Values System Transformer<\/strong><br \/>\nTanpa disadari, sebenarnya demikian besar peran kepemimpinan seorang Guru bagi peserta didiknya, Orang Tua bagi anak-anaknya, dan Pemimpin Organisasi bagi anggota organisasi. Pemimpin adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menggerakkan orang lain ke arah tertentu. Dalam proses kepemimpinan transformasi niiai melekat.<\/p>\n<p>Menurut Ki Hadjar, Guru di kelas, Orang Tua di keluarga, atau Pemimpin di organisasi baik formal maupun non formal perlu memahami perannya bukan hanya sebagai the agent of change namun juga sebagai values system transformer berdasar tahapan masa kebutuhan. Pendidikan formal bukan hanya menggarap sisi Intelectual Capacity, tetapi juga Emotional Capacity dan Social Capacity dalam rangka Capacity Building. Jadi, pendidikan budi pekerti mestinya melekat dalam proses dan bukan berdiri sendiri sebagai sebuah mata pelajaran. Juga, soft skill mestinya bagian dari disain proses dan disain lingkungan, bukan sebuah program khusus yang beridiri sendiri yang dimaksud untuk melengkapi. Gadjah Mada, Soekarno, Ki Hadjar, Dr Wahidin, HB IX, Habibi, dan para pemimpin bangsa yang lain ketika berproses juga tidak melalui disain khusus yang sifatnya bertujuan untuk membuat beliau-beliau menjadi hebat seperti tertoreh pada jejak-jejak perjalanan kehidupannya.<\/p>\n<p>Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing (Ing seperti dalam bunyi \u201cing\u201d di bening, baling, tuding) Ngarso (\u201ca\u201d dan \u201co\u201cseperti dalam bunyi Darto, Harto, Karno) Sung (\u201cu\u201d dalam Sung seperti dalam bunyi Cakung, gantung, bingung) Tulodho ( \u201cu\u201d dalam \u201cTu\u201clodo seperti dalam bunyi rugi, Subak, Dugem; \u201co\u201d dalam Tu\u201dlo\u201cdho seperti dalam bunyi Darto, Harto, Karno; \u201cdho\u201d dalam Tulo\u201ddho\u201d seperti dalam bunyi todong, condong, yang artinya dalam bahasa Jawa adalah ketika berada di depan memberi contoh. Seorang Guru, Orang Tua, demikian pula seorang pemimpin, wajib memberi contoh ketika siswa, anak, atau lingkungan sedang dalam proses belajar atau membutuhkan contoh untuk belajar. Dalam tiga tahap pengembangan siswa, di tahap pertama, yaitu dalam tahap pembiasaan bukan melalui pemaksaan. Peran Ing Ngarso Sung Tulodho ini sangat dituntut dan akan semakin berkurang sesuai dengan tahap perkembangan ke dua dan ke tiga. Fasa ini merupakan fasa pembentukan siswa, anak, atau lingkungan yang sangat penting. Ki Hadjar dengan Taman Siswa-nya hadir pertama kali dalam fasa ini, satunya kata dan perbuatan \u2013 Ing Ngarso Sung Tulodho. Disini juga terkandung pesan agar Guru, Orang Tua, dan Pemimpin tidak hanya memberi perintah atau hanya bisa berbicara tanpa bisa atau pernah memberi contoh.<\/p>\n<p>Ing Madya Mangun Karso, Ing seperti sebelumnya, Madya (\u201cMa\u201d seperti dalam bunyi \u201cMa\u201ckan, \u201cMa\u201cta, \u201cMa\u201dsa; \u201cdya\u201d seperti dalam bunyi Ma\u201ddya\u201d dimana \u201ca\u201d dibaca seperti bunyi \u201co\u201d dalam Darto; Mangun, (\u201cMa\u201cseperti dalam bunyi \u201cMa\u201ckan; Ma\u201dngun\u201d seperti dalam bungyi Ba\u201dngun\u201c\u2018) Karso, (\u201cKar\u201d seperti dalam \u201ckar\u201cma, \u201ckar\u201dtika; \u201cso\u201d seperti dalam bunyi \u201cso\u201csok). Dalam bahasa Jawa Ing Madya Mangun Karso berarti ditengah membangun niat atau membangkitkan motivasi. Guru dikelas, sesuai dengan tahap perkembangan usia, juga dituntut untuk menjadi motivator agar potensi siswa teraktualisasikan; Orang Tua dirumah juga harus menjadi motivator bagi anak-anaknya dikala dibutuhkan; Para pemimpin rganisasi\/masyarakat, ketika masyarakat atau anggota organisasi sudah bergerak kearah yang diharapkan maka pemimpin ajur-ajer bersama masyarakat atau anak buahnya untuk memberi semangat.<\/p>\n<p>Tut Wuri Handayani, Tut (\u201ctut\u201d dibaca seperti dalam bunyi pa\u201dtut\u201c, bun\u201dtut\u201c) Wuri ( \u201cwu\u201d dibaca seperti dalam bunyi la\u201dwu\u201c, \u201cwu\u201cni) Handayani (\u201chan\u201d dibaca seperti dalam bunyi ba\u201dhan\u201c, da\u201dhan\u201c; \u201cda\u201d dibaca seperti dalam bunyi ten\u201dda\u201c, ban\u201dda\u201c; \u201cya\u201d dibaca sepertidalam bunyi sa\u201dya\u201c, ga\u201dya\u201c; \u201cni\u201d dibaca seperti dalam bunyi ra\u201dni\u201c, \u201cni\u201dlam). Tut Wuri Handayani, dalam bahas Jawa berarti dari belakang mengikuti dan mengamati serta memberi dorongan yang menguatkan dan diterapkan pada fasa perkembangan dimana siswa, atau anak, atau masyarakat\/anggota organisasi sudah bisa berjalan sendiri untuk berkembang. Kata Tut Wuri mengindikasikan tindakan aktif yaitu mengikuti untuk memastikan bahwa perkembangan kearah yang benar. Dalam proses manajemen, itu merupakan tahap control dan untuk memastikan bahwa anggota organisasi telah bergerak sesuai dengan rencana.<\/p>\n<p>2IT KHD melekat dalam diri Values System Transformer, menyatu dalam dirinya sehingga dalam setiap tahapnya akan selalu muncul dalam bentuk perilaku yang selalu tertransformasi ke sekelilingnya sesuai dengan kebutuhan. Artinya luwes meyesuaikan keadaan. Bila dikaitkan dengan peran Guru Ngemong, Among, Momong sesuai tahap perkembangan usia siswa maka tampak jelas bagaimana fasa perkembangan itu menghendaki pendekatan berbeda. Jadi, 2IT KHD adalah sebuah sistem nilai yang akan terlestarikan oleh para pendidik, orang tua, dan para pemimpin sebagai values system transformers .<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ing Ngarso Sung Tulodo Ing Madya Mangun Karso Tut Wuri Handayani Pergulatan batin dan pemikiran Ki Hadjar Dewantara memang tidak lepas dari semangat perjuangan dan cinta negeri yang mengejawantah dalam pemikiran beliau dalam pembebasan bangsanya dari kebodohan, kemiskinan, penjajahan baik lahir maupun batin, dan sekaligus kaderisasi kepemimpinan patriot pejuang bangsa. Perpaduan pemikiran-pemikiran tersebut memunculkan model &hellip; <a href=\"https:\/\/as.pirus.id\/?page_id=73\" class=\"more-link\">Continue reading <span class=\"screen-reader-text\">Ing &#8211; Ing &#8211; Tut<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":15,"menu_order":6,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_links_to":"","_links_to_target":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/73"}],"collection":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=73"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/73\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":174,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/73\/revisions\/174"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/15"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=73"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}