{"id":513,"date":"2014-09-02T20:08:56","date_gmt":"2014-09-02T20:08:56","guid":{"rendered":"http:\/\/asiswanto.net\/?page_id=513"},"modified":"2014-09-03T00:26:38","modified_gmt":"2014-09-03T00:26:38","slug":"critical-educational-research-evaluation-research","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/as.pirus.id\/?page_id=513","title":{"rendered":"Critical Educational Research &#038; Evaluation Research"},"content":{"rendered":"<ol start=\"8\">\n<li>\n<p class=\"western\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i><b>Critical Educational Research &amp; Evaluation Research <\/b><\/i><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Freire membedakan manusia dari binatang melalui kemampuan manusia untuk berintegrasi dengan lingkunganya, sedang Frederick Herbart melalui kemampuan analitik dan sintetik manusia. Maka, dalam proses berintegrasi dengan lingkungannya manusia akan selalu menemukan Problematik, yaitu kesenjangan antara fakta empirik dengan harapan dan idealisasi. Bila seorang ilmuwan atau peneliti tidak menemukan kesenjangan antara fakta empirik dengan harapan atau idealisasinya maka tidak ada problematik dalam bidang keilmuwannya dan itu berarti ilmu pengetahuan di bidang itu tidak akan berkembang (Noeng Muhajdir, 2011).<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Istilah <span style=\"background-color: #ffff00;\"><i>critical theory<\/i><\/span> berhulu ke <i>Frankfurt School. <\/i>Dinamakan<span style=\"background-color: #ffff00;\"> <i>critical theory<\/i><\/span> karena pemikrian kritis yang melaihat problematik semua hubungan sosial, secara khusus terhadap praktek kekuasaan dari sudut pandang rasionalisme. Penelitian kritis sosial di bidang Pendidikan dipicu oleh prinsip-prinsip keadilan sosial, baik itu dari sisi bidang pekerjaan, pendapatan, maupun orientasi masyarakat. Penelitian kritis sosial di bidang Pendidikan tidak sesederhana menentang praktek sistem yang sudah ada, namun menyibak untuk memahami sistem bekerja seperti itu sementara yang lainnya sadar bahwa rasa keadilan dan kesetaraan mereka dipertanyakan. Bagaimanapun juga, <span style=\"background-color: #ffff00;\">problematisasi kesadaran adalah pusat metoda dari prinsip-prinsop metodologi penelitian kritis sosial<\/span> (Tripp, 1992).<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Problematik itu dilihat dengan menggunakan logika untuk melihat kesesuaian antara fakta empirik dengan rasio, dimana fakta empirik adalah tuntutan pertama keilmuan dan rasionalitas adalah tuntutan kedua keilmuan dimana paradigma keilmuan paling elementer adalah pengakuan terhadap empiri indriawi, empiri rasional, dan empiri etika (Noeng Muhajdir, 2011) guna melihat kebenaran (Noeng Muhadjir, 2006).<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Strategi inti dalam penelitian Pendidikan adalah untuk mendefinisikan tujuan pendidikan sebagai sebuah strategi manajemen seperti perubahan anak agar seperti yang didambakan atau digegayuh. Teori Pendidikan adalah aparatus teknik yang membimbing bagaimana menggulowenthah anak. Teknik eksperimental di-implementasikan sebagai alat instruksi. modifikasi perilaku dipikirkan sebagai strategi mengajar (Popkewitz, 1984). Sedang, <span style=\"background-color: #ffff00;\">Evaluasi berakar di pemikiran-pemikiran sosial dan politik abad sembilan belas.<\/span> Solusi terhadap masalah-masalah kelaparan, kemiskinan, Pendidikan dapat dilihat dari perspektif yang sama, yaitu penggunaan <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000; background-color: #ffff00;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>scientific methods <\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">(Popkewitz, 1984)<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>.<\/i><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Isu dalam terminologi <\/span><\/span><\/span><strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Critical Educational Research<\/i><\/span><\/span><\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> dan <\/span><\/span><\/span><strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Evaluation Research<\/i><\/span><\/span><\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> sangat luas dan mencakup lintas ilmu dan lintas pendekatan. Tilaar mengunakan istilah Kritikal Pedagogik untuk <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Critical Educational Research <\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">yang berhulu ke Teori Kritik Sosial dan lahir di Frankfurt<\/span><\/span><\/span><em class=\"western\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>. <\/i><\/span><\/em><span style=\"font-size: medium;\">Perubahan politik dan sosial di Jerman menjadi pemicu bagi kelahiran lembaga ini <\/span><strong class=\"western\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">(Tilaar dan Paat, 2011)<\/span><\/span><\/span><\/strong><em class=\"western\">. <\/em><span style=\"font-size: medium;\">Di samping itu, <span style=\"background-color: #ffff00;\">Pendidikan memang hadir untuk memperbaiki keadaan<\/span>, maka<\/span>, <span style=\"background-color: #ffff00;\"><strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Critical Educational Research <\/span><\/span><\/span><\/strong><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span style=\"background-color: #ffff00;\">tentu saja tidak lepas dari masalah sosial, ekonomi, dan politik seperti sejarah Pendidikan di berbagai belahan bumi sejak sebelum masehi yaitu Pendidikan di Greece-Athens dan Greese-Sparta.<\/span> Di Indonesia, usaha Dr Wahidin untuk pendidikan bagi pribumi 1900, kehadiran Taman Siswa 1922, dan kehadiran SMANusantara 1990 juga mempunyai alasan yang sama. Sebagai tambahan, aktifis-aktifis Pendidikan dan juga para pemikir Pendidikan berlatar belakang aktifis politik yang paling sedikit memiliki ideologi yang hendak diperjuangkan, seperti Dr Wahidin Soediro Hoesodo, Dr Soetomo, Ki Hadjar Dewantara, Camello Toress, Gramsci, Almann. Alberto Torres, dll. Bahkan ketika partai-partai dan pergerakan di Indonesia dilarang oleh Belanda maka pada tahun 1930 para aktifis tersebut seperti Muhammad Hatta dll, mendirikan Pendidikan Nasional Indonesia. Oleh karena itu, <\/span><\/span><\/span><span style=\"background-color: #ffff00;\"><strong><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Critical Educational Research<\/span><\/span><\/span><\/em><\/strong><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span style=\"background-color: #ffff00;\"> memang memang di disain untuk realitas sosial yang kompleks<\/span> (Cohen, Manion &amp; Morrison, 2011), (Tripp, 1922).<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Di sisi yang lain, <\/span><\/span><\/span><strong><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Evaluation Research<\/span><\/span><\/span><\/em><\/strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> terdiri dari dua kata yang saling tumpang tindih makna. Kesulitan untuk memisahkan <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">evaluatio<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">n dan <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">research <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">bukan hanya karena keduanya berbagi beberapa karakteristik metodologi yang sama, namun juga salah satu cabang penelitian dinamakan <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">evaluative reasearch<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> (Cohen, Manion &amp; Morrison, 2011). Maka, <\/span><\/span><\/span><span style=\"background-color: #ffff00;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">evaluation<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> bisa dipandang sebagai sebagai perluasan dari <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">research<\/span><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, <span style=\"background-color: #ffff00;\">karena berbagai metodologi dan metoda<\/span>. Baik <\/span><\/span><\/span><strong><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">evaluation<\/span><\/span><\/span><\/em><\/strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> maupun <\/span><\/span><\/span><strong><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">research<\/span><\/span><\/span><\/em><\/strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> mengemukakan pertanyaan-pertanyaan dan hipotesa-hipotesa, memilih sampel, mengukur variabel-variabel, menganalisis data, dan membuat kesimpulan <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">(Noeng Muhadjir, 2013)<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">. Di samping itu, <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Evaluation<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> adalah bagian dari proses <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><em>management control<\/em>,<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> yaitu proses untuk menggambarkan, memperoleh dan menyediakan informasi yang berguna untuk menilai alternatif-alternatif keputusan sosial (Popkewitz, 1984). Dengan kata lain, <span style=\"background-color: #ffff00;\">fokus dari <\/span><\/span><\/span><\/span><span style=\"background-color: #ffff00;\"><strong><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">evaluation research<\/span><\/span><\/span><\/em><\/strong><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span style=\"background-color: #ffff00;\"> adalah pada evaluasi terhadap kejadian dan membuat penilaian terhadap kegunaannya<\/span>. Di samping itu, perbedaan antara <\/span><\/span><\/span><strong><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">evaluation research<\/span><\/span><\/span><\/em><\/strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> dengan <\/span><\/span><\/span><em><strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">researc<\/span><\/span><\/span><\/strong><\/em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><em><strong>h<\/strong><\/em> yang lain terletak pada orientasi pada <\/span><\/span><\/span><strong><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">research<\/span><\/span><\/span><\/em><\/strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> dan bukan pada metode yang digunakan. Jenis penelitian mungkin tidak benar-benar kuantitatif, mengingat elemen-lemen yang dinilai, sehingga baik metoda kuantitatif maupun kualitatif memainkan peranan penting dalam program evaluasi (Powel, 2006).<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Sekolah adalah bagian esensial untuk melakukan intervensi sosial guna memperbaiki keadaan. Perluasan kesempatan Pendidikan kepada kaum miskin dan minortitas adalah contoh agar mereka bisa mengakses ke kalangan menengah dan bekerja di kalangan profesi. Pengalaman di Amerika tahun 1950 dan 1960 adalah fakta empirik bagaimana interfensi sosial itu dilakukan oleh pemerintah federal Amerika (Popkewitz, 1984). <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Memurut Garvey, dari perspektif <\/span><\/span><\/span><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Experential Education<\/span><\/span><\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> ada tiga peran <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">research and evaluation<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> (Garvey, 2006), yaitu :<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><em class=\"western\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i><b>Research and evaluation develop of the mind<\/b><\/i><\/span><\/span><\/span><\/em><\/p>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Membiasakan untuk evaluasi dan penelitian akan mengembangkan sembilan kecerdasan manusia menurut Gardner. Maka, itu akan membantu untuk mengembangan ajar dalam proses Pendidikan, yang tentu saja berguna bukan hanya bagi peneliti tetapi juga bagi komunitas peneliti dan masyarakat.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><em class=\"western\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i><b>Research and evaluation are political<\/b><\/i><\/span><\/span><\/span><\/em><\/p>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Tanpa kelompok peneliti Pendidikan yang memadai akan sulit kiranya untuk mempertahankan pendapat terhadap berbagai ukuran yang dikehendaki. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><em class=\"western\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i><b>Research links us with community scholar<\/b><\/i><\/span><\/span><\/span><\/em><\/p>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Afiliasi dengan berbagai cendikiawan akan memperbaiki kualitas penelitian karena <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">general academic mileu<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> yang dipresentasikan oleh sebagian besar <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">college<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> dan <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">university <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">serta budaya kecendekiawanan semua dihubungkan.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span style=\"background-color: #ffff00;\">Bidang Pendidikan itu sangat luas dan selalu terkait bukan hanya dengan lingkungan mikro pendidikan namun juga lingkungan makro pendidikan yang berhubungan dengan masalah ekonomi dan politik makro negara<\/span>. Di samping itu, kategori <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">evaluation<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> sangat luas dan mencakup pula berbagai variasi metoda termasuk <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">macroevaluation, microevaluation, subjective evaluation, objective evaluation, formative evaluation,<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> dan <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">summative evaluation <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">(Powel, 2006). <span style=\"color: #ff0000;\">Maka <em><strong>e<\/strong><\/em><\/span><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #ff0000;\"><em><strong><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">valuation research<\/span><\/span><\/strong><\/em><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> adalah bagian dari <\/span><\/span><em><strong><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">educational research<\/span><\/span><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">.<\/span><\/span><\/strong><\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Critical Educational Research &amp; Evaluation Research Freire membedakan manusia dari binatang melalui kemampuan manusia untuk berintegrasi dengan lingkunganya, sedang Frederick Herbart melalui kemampuan analitik dan sintetik manusia. Maka, dalam proses berintegrasi dengan lingkungannya manusia akan selalu menemukan Problematik, yaitu kesenjangan antara fakta empirik dengan harapan dan idealisasi. Bila seorang ilmuwan atau peneliti tidak menemukan kesenjangan &hellip; <a href=\"https:\/\/as.pirus.id\/?page_id=513\" class=\"more-link\">Continue reading <span class=\"screen-reader-text\">Critical Educational Research &#038; Evaluation Research<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":324,"menu_order":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_links_to":"","_links_to_target":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/513"}],"collection":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=513"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/513\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":519,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/513\/revisions\/519"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/324"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=513"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}