{"id":347,"date":"2014-08-30T02:52:33","date_gmt":"2014-08-30T02:52:33","guid":{"rendered":"http:\/\/asiswanto.net\/?page_id=347"},"modified":"2015-03-27T20:45:38","modified_gmt":"2015-03-27T20:45:38","slug":"budaya-dan-pedagogi-kritis-di-indonesia","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/as.pirus.id\/?page_id=347","title":{"rendered":"Budaya dan Pedagogi Kritis di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Pendidikan itu sifatnya hakiki bagi manusia sepanjang peradabannya seiring perubahan jaman dan berkaitan dengan usaha manusia untuk memerdekakan batin dan lahir sehingga manusia tidak tergantung kepada orang lain akan tetapi bersandar atas kekuatan sendiri. Oleh karena itu, kemerdekaan menjadi salah satu isu kritis dalam Pendidikan karena menyangkut usaha untuk memerdekakan hidup lahir dan hidup batin manusia agar manusia lebih menyadari kewajiban dan haknya sebagai bagian dari masyarakat sehingga tidak tergantung kepada orang lain dan bisa bersandar atas kekuatan sendiri. Dalam hal ini, <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Ki Sarmidi Mangun Sarkoro, mantan menteri Pendidikan setelah Ki Hadjar, berpendapat (Nugroho &amp; Harmoko, 2000): <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<ol type=\"a\">\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Kebudayaan tidak dapat dipisahkan dari soal-soal hidup kemasyarakatan yang lain seperti masalah politik dan ekonomi. Kebudayaan daerah yang meninggalkan dasar hidup politik dan ekonomi daerah dan negara pada umumnya pasti akan bersifat kuno dan akan hilang dengan sendirinya. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Pemerintah yang bersifat pemerintahan rakyat pasti menghendaki meratanya kemajuan di kalangan rakyat (demokrasi kebudayaan). hingga kebudayaan\u00a0 itu menjadi milik rakyat (demokrasi rakyat)\u00a0 dan bukan milik satu golong kecil yang berkuasa (kebudayaan feodal).<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"3\" type=\"a\">\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Untuk mewujudkan tercapainya kebudayaan yang merata pada seluruh rakyat perlu diusahakan empat demokrasi di Indonesia , yaitu:<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><strong class=\"western\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Demokrasi Politik <\/span><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><strong class=\"western\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Demokrasi Ekonomi<\/span><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><strong class=\"western\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Demokrasi Sosial<\/span><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><strong class=\"western\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Demokrasi Keagamaan<\/span><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\">\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Kebudayaan yang berdasar demokrasi di segala bidang itulah kebudayaan yang merata, kebudayaan rakyat dalam arti yang sebenarnya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Yang menjadi pokok dalam persamaan budaya adalah setiap warga negara dapat mencapai satu tingkatan kemajuan yang memuat sadar akan kemanusiaannya dan kedudukannya sebagai wargan negara.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Kebudayaan Indonesia pada hakekatnya merupakan resultante dari segala aliran politik dan kebudayaan pada masa lampau. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Kebudayaan nasional mengandung dasar-dasar Kedaulatan Rakyat, Keadilan Sosial, dan disinari oleh keluhuran perikemanusiaan.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Sangat jelas bahwa kesenian adalah alat pendidikan, maka bekerjasama dengan lembaga kesenian adalah sebuah keharusan. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><a name=\"result_box11\"><\/a> <span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Menurut Tores (Torres, 2009), pengetahuan tidak dapat dipisahkan dari pemaknaan dan nilai, maka pendidikan adalah sebuah upaya moral. Namun demikian, dalam masyarakat yang beragam, ini bukan berarti menyiratkan adanya moral yang bersifat absolut yang bertentangan dengan prinsip-prinsip prosedural untuk berpikir dan bertindak secara etis. Dalam konteks pendidikan dan etika keadilan serta tanggung jawab individu, kepedulian adalah prinsip utama yang harus saling melengkapi. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Dalam hal ini, pedagogik kritis berbeda dari pedagogik tradisional dimana pedagogik kritis tidak terisolasi dalam kehidupan masyarakat. Dalam era <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>global village<\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> abad 21 ini, pedagogik kritis tidak terlepas dari perubahan global yang telah melahirkan berbagai masalah krusial dalam pendidikan seperti telah diprediksi oleh Toffler dan McLuhan serta dikritisi oleh para <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>nobelist<\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">. Merurut Tilaar pedagogik kritis sbb. (Tilaar dan Paat, 2011): <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<ol type=\"a\">\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Pedagogik kritis hendaknya mengandung suatu kesaksian negatif tentang fakta pendidikan. Tujuannya bukan untuk meremehkan fakta yang tampak, namun sebagai fakta untuk analisis. Pedagogik kritis bukan pedagogik yang mencari-cari kesalahan atau kekurangan suatu kebijakan dalam praksis pendidikan, namun bertujuan untuk mencari jalan yang lebih baik dari praktik yang sedang berjalan.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Pedagogik kritis tidak bisa hidup dalam masyarakat yang totaliter, sebaliknya pedagogik kritis dapat tumbuh dan berkembang dalam masyarakat yang demokratis.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Pemaparan kontradiksi perlu untuk menunjukkan kajian mendalam <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>counter hegemony <\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">dengan menggunakan analisis strategi.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Diperlukan strategi untuk menantang hegemoni yang asimetri.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Perubahan sosial itu gradual. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span style=\"color: #ff0000;\">Bangsa Indonesia kini tengah mengalami multikrisis.<\/span> Tidak hanya krisis di bidang ekonomi, tetapi juga di bidang politik, sosial, dan kultural. Juga bukan hanya potensi konflik ragional maupun<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> global yang dihadapi , juga bentuk <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>drug-war<\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>bio-war, it-war, psy-war<\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">. Maka, sungguh tidak ringan tugas Pendidikan untuk menyiapkan warga sejati untuk menghadapi tantangan tantangan tersebut. <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Daoed Jusuf mengingatkan bahwa pembangunan sebuah bangsa bukan hanya membangun ekonomi (Joesoef, 2012). Oleh karena itu, pendidikan untuk menghasilkan output warga sejati adalah tantangan nyata pendidikan sejak dini sejak di <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>nuclear family<\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> hingga mulai di sekolah dimana muara dari pendidikan adalah kerja, lihat Gambar 28. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Pendidikan, seperti dilakukan oleh Dr Wahidin Soedirohusodo pada 1900, adalah untuk mengembangkan <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>human capability<\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> warga pribumi agar merdeka untuk membuat pilihan-pilihan yang mungkin dilakukan, termasuk untuk memerdekakan bangsanya sebagai sebuah kebutuhan. Maka, sesuai dengan Pestalozzi dimana ada <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>higher nature<\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> dan<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i> sensual nature<\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> dalam diri manusia, pendidikan bertujuan untuk mengeliminasi <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>sensual nature<\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> yang cenderung beraksi sosial negatif. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<div id=\"Frame16\" dir=\"LTR\">\n<p align=\"CENTER\"><a href=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Sekolah-kerja-dan-pengajaran.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-348\" src=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Sekolah-kerja-dan-pengajaran.jpg\" alt=\"Sekolah, kerja, dan pengajaran\" width=\"600\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Sekolah-kerja-dan-pengajaran.jpg 600w, https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Sekolah-kerja-dan-pengajaran-300x270.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/a><\/p>\n<p align=\"CENTER\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>Gambar 28: <\/b>Sekolah, Kerja, Pengangguran, dan tindak pidana<\/span><\/p>\n<\/div>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Oleh karena itu, seperti pesan Ki Hadjar Dewantara, di sekolah, pendidikan itu tidak pernah ditinggalkan atau direduksi menjadi pengajaran karena ada pesan luhur didalamnya dan harus disesuaikan dengan tahapan usia anak guna menghasilkan warga sejati yang akan menjadi<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i> the agent of change<\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> kelak menyelesaikan berbagai masalah bangsa dan bukan menjadi beban bangsa.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Salah satu tujuan kemerdekaan bangsa Indonesia seperti tertuang dalam konstitusi adalah kesejahteraan, dalam artian lahir dan batin atau keseimbangan antara <em>human <\/em><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>well bein<\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">g dan <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>economic well being<\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">. Pendidikan, melalui pembangunan manusia menjadi<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i> feeder<\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> bagi strategi dan kebijakan bidang lain seperti Pertahanan dan Keamanan, Ekonomi, dan Kesejahteraan. Oleh karena itu, pemikiran kritis terhadap Pendidikan Indonesia adalah sebuah kemutlakan seiring perkembangan peradaban Indonesia.<\/span><\/span><\/span><strong class=\"western\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> \u00a0\u00a0<\/span><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendidikan itu sifatnya hakiki bagi manusia sepanjang peradabannya seiring perubahan jaman dan berkaitan dengan usaha manusia untuk memerdekakan batin dan lahir sehingga manusia tidak tergantung kepada orang lain akan tetapi bersandar atas kekuatan sendiri. Oleh karena itu, kemerdekaan menjadi salah satu isu kritis dalam Pendidikan karena menyangkut usaha untuk memerdekakan hidup lahir dan hidup batin &hellip; <a href=\"https:\/\/as.pirus.id\/?page_id=347\" class=\"more-link\">Continue reading <span class=\"screen-reader-text\">Budaya dan Pedagogi Kritis di Indonesia<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1755,"parent":382,"menu_order":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_links_to":"","_links_to_target":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/347"}],"collection":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=347"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/347\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1760,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/347\/revisions\/1760"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/382"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1755"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=347"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}