{"id":330,"date":"2014-08-30T01:08:49","date_gmt":"2014-08-30T01:08:49","guid":{"rendered":"http:\/\/asiswanto.net\/?page_id=330"},"modified":"2014-09-21T00:15:11","modified_gmt":"2014-09-21T00:15:11","slug":"pengaruh-scenario-neoliberalisme-global-terhadap-pendidikan-indonesia","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/as.pirus.id\/?page_id=330","title":{"rendered":"Pengaruh Empat lapis Scenario Globalisasi terhadap Pendidikan Indonesia"},"content":{"rendered":"<ol start=\"3\">\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><strong><a name=\"__RefNumPara__119934_1525247581\"><\/a><span style=\"color: #000080;\"> <span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Carlos Alberto Torres (Torres, 2009)<\/span><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000080;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Torres berpendapat bahwa berbagai proses globalisasi berinteraksi secara simultan dan saling bertali-temali yang kemudian disebut sebagai <\/span><\/span><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Multiple Globalizations <\/i><\/span><\/span><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">dan mempengaruhi kehidupan manusia dan masyarakat, termasuk pendidikan, yaitu:<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000080;\"><a name=\"result_box12\"><\/a> <strong><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Lapis pertama<\/span><\/span><\/strong><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, globalisasi dari atas dimana ideologi neoliberalisme digunakan untuk membuka batas, menciptakan berbagai pasar regional, arus pertukaran ekonomi dan keuangan yang lebih cepat, dan bahkan kehadiran bentuk negara selain negara-bangsa, pelayanan negara berkurang di masyarakat sipil, dan deregulasi selektif adalah moto dari proses globalisasi.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000080;\"><strong><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Lapis ke dua<\/span><\/span><\/strong><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, globalisasi dari bawah dimana individu-individu, institusi-institusi, gerakan-gerakan sosial menjawab secara aktif apa yang mereka rasakan sebagai globalisasi neoliberal. Layer ini merupakan anti tesa dari layer pertama dengan moto tanpa globalisasi.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000080;\"><strong><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Lapis ke tiga<\/span><\/span><\/strong><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, globalisasi tidak banyak berhubungan dengan pasar tetapi ke hak-hak, yaitu globalisasi hak azasi manusia yang menganut sistem internasional dan hukum internasional. Akibatnya, sejumlah tradisi kehidupan masyarakat dan keagamaan yang telah melekat pada struktur masyarakat tertentu atau budaya tertentu sekarang menjadi dipertanyakan, ditantang, atau bahkan dilarang. Kemajuan demokrasi kosmopolitan dan kewarganegaraan plural adalah motto dari proses globalisasi.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000080;\"><strong><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Lapis ke empat<\/span><\/span><\/strong><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, globalisasi yang melampui pasar dan dalam hal tertentu melawan hak azasi manusia, yaitu globalisasi internasional melawan terorisme. Globalisasi baru dalam skala penuh muncul setelah 9\/11 yang diinterpretasi sebagai globalisasi ancaman teroris dan memunculkan reaksi dari United States dalam bentuk aksi militer dengan dua koalisi untuk melawan rezim Muslim di Afganistan dan Irak. Dalam perkembangannya, bukan hanya tindakan militer tetapi juga mengutamakan tindakan keamanan dan pengawasan di perbatasan, manusia, modal, dan komoditi, dan ini berarti bertentangan dengan pasar bebas dan pertukaran komoditi secara cepat. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000080;\"><a name=\"result_box13\"><\/a> <span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Oleh karena itu, globalisasi berlapis fenomena yang saling bertentangan dan berakar pada penyebab sejarah yang sulit dikembalikan atau dihadapi kembali untuk dibetulkan maka bagaimana sebenarnya empat lapisan kemungkinan implikasi globalisasi tersebut terhadap Pendidikan?<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\"><span style=\"color: #000080;\"><strong class=\"western\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Dampak empat lapis globalisasi di pendidikan<\/span><\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000080;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Agensi Pendidikan multilateral dan bilateral globalisasi neoliberal seperti World Bank, International Monetary Fund, UNESCO telah mempromosikan model globalisasi neoliberal. Beberapa kajian ilmiah telah membuktikan bahwa globalisasi Pendidikan di Eropa memiliki intensitas rendah.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000080;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Agenda global terstruktur tersebut berpusat pada saraf proyek statistik internasional yang hebat, secara khusus proyek CERI atau <\/span><\/span><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Center for Educational Research Innovation <\/i><\/span><\/span><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">dari OECD. Agenda tersebut meliputi dorongan untuk menuju privatisasi dan desentralisasi Pendidikan Negeri, gerakan menuju standard-standard Pendidikan, dan pengujian pencapaian akademik untuk menentukan kualitas Pendidikan pada tingkat siswa, sekolah-sekolah, dan guru-guru. Sedang akuntabilitas adalah bentuk lain dari model tersebut. Telah terjadi gelombang reformasi Pendidikan yang dipengaruhi oleh globalisasi dibawah inspirasi neoliberal. Ada tiga dampak globalisasi pada strategi reformasi pendidikan (Carnoy, 1999), yaitu:<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000080;\"><strong><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Competitiveness-driven reforms <\/i><\/span><\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ol type=\"a\">\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000080;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Decentralization <\/i><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000080;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Standards <\/i><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000080;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Improved management of educational resources <\/i><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000080;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Improved teacher recruitment and training <\/i><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><strong><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Finance-driven reforms <\/i><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<ol type=\"a\">\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Shifting public funding from higher to lower levels of education <\/i><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>The privatization of secondary and higher education <\/i><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>The reduction of cost per student at all schooling levels <\/i><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><strong><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Equity-driven reforms <\/i><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Carnoy telah mengklasifikasi <\/span><\/span><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>equity-driven reforms<\/i><\/span><\/span><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> sebagai <\/span><\/span><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>equity oriented reforms <\/i><\/span><\/span><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">:<\/span><\/span><\/p>\n<ol type=\"a\">\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Compettiton based reforms <\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">yang ditandai empat strategi konvensional yang meliputi:<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><a name=\"result_box14\"><\/a> <span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Dorongan menuju desentralisasi pemerintahan, pendidikan, dan administrasi sekolah.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Standard dan norma Pendidikan yang baru dan biasanya diukur melalui bentuk ujian yang ekstensif.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><a name=\"result_box15\"><\/a> <span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Memperkenalkan metoda pengajaran dan pembelajaran yang baru dan mengarah ke harapan kinerja yang lebih baik dengan biaya rendah<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Perbaikan seleksi dan pelatihan guru-guru.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\">\n<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><a name=\"result_box16\"><\/a><a name=\"result_box17\"><\/a> <span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Financial imperatives based reforms<\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> yang dianjurkan oleh IMF dan Bank Dunia sebagai syarat prakondisi untuk pinjaman pendidikan kepada negara. Reformasi ini juga termasuk serangkaian strategi-strategi. Di antaranya adalah :<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><strong><span style=\"color: #ff0000;\">Pemindahan pembiayaan dari tingkat pendidikan yang lebih tinggi ke tingkat yang lebih rendah<\/span><\/strong> dengan premis bahwa subsidi ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi adalah subsidi untuk yang kaya ketika hampir seluruh siswa di tingkat yang lebih tinggi adalah kelas menengah. Dalam hal ini, Torres secara empirik telah menunjukkan fakta di Thailand, Agentina, <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>coloured Californian<\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, bahwa investasi lebih menguntungkan di <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>primary<\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> dan <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>secondary school<\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> dibandingkan dengan investasi di pendidikan yang lebih tinggi. Maka, Pendidikan Tinggi bukan untuk mereka yang tidak mampu, atas dasar hitungan investasi tersebut. Juga, <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Strategy Education for All<\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> adalah premis gagal <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Education for All Initiative<\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> Thailand 1990 yang disponsori oleh UNESCO, UNDP, UNICEF, dan World Bank (Torres, 2009).<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><a name=\"result_box18\"><\/a> <strong><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Privatisasi <\/span><\/span><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>elementary<\/i><\/span><\/span><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> dan <\/span><\/span><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>secondary school<\/i><\/span><\/span><\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> dengan gagasan bahwa peningkatan biaya pengguna dan kontribusi keluarga terhadap pendidikan anak-anak mereka berkurang, pada gilirannya, tekanan fiskal pada finansial terikat sektor publik.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"color: #ff0000;\"><strong><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Cost reduction strategy<\/i><\/span><\/span><\/strong><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> yang menaikkan jumlah siswa per guru sebagai cara untuk menanggulangi defisit keuangan atau pertambahan jumlah siswa atau keduanya. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"western\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000080;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Lebih lanjut menurut Torres, reformasi tipe ketiga yaitu <\/span><\/span><span style=\"line-height: 1.5;\"><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>equity-based reforms<\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> yang terlihat sebagai tabir asap dan tambahan untuk <\/span><\/span><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Competitiveness-driven reforms <\/i><\/span><\/span><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">dan<\/span><\/span><span style=\"font-family: 'Liberation Serif', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i> Finance-driven reforms . \u00a0<\/i><\/span><\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Carlos Alberto Torres (Torres, 2009) Torres berpendapat bahwa berbagai proses globalisasi berinteraksi secara simultan dan saling bertali-temali yang kemudian disebut sebagai Multiple Globalizations dan mempengaruhi kehidupan manusia dan masyarakat, termasuk pendidikan, yaitu: Lapis pertama, globalisasi dari atas dimana ideologi neoliberalisme digunakan untuk membuka batas, menciptakan berbagai pasar regional, arus pertukaran ekonomi dan keuangan yang lebih &hellip; <a href=\"https:\/\/as.pirus.id\/?page_id=330\" class=\"more-link\">Continue reading <span class=\"screen-reader-text\">Pengaruh Empat lapis Scenario Globalisasi terhadap Pendidikan Indonesia<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":6,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_links_to":"","_links_to_target":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/330"}],"collection":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=330"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/330\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":654,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/330\/revisions\/654"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=330"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}