{"id":1633,"date":"2015-03-22T08:56:15","date_gmt":"2015-03-22T08:56:15","guid":{"rendered":"http:\/\/asiswanto.net\/?page_id=1633"},"modified":"2015-08-30T10:35:51","modified_gmt":"2015-08-30T10:35:51","slug":"wirama-pemikiran-tokoh-pendidikan-anak-dunia-dalam-budaya-indonesia","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/as.pirus.id\/?page_id=1633","title":{"rendered":"WIRAMA, PENDIDIKAN DALAM BUDAYA INDONESIA"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/benthik-3.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignright size-full wp-image-1649\" src=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/benthik-3.jpg\" alt=\"benthik-3\" width=\"285\" height=\"320\" srcset=\"https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/benthik-3.jpg 285w, https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/benthik-3-267x300.jpg 267w\" sizes=\"(max-width: 285px) 100vw, 285px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Demikian banyak pemikiran para tokoh dunia dalam pendidikan anak yang menginspirasi pemikiran Ki Hadjar. bukan hanya Fr\u00f6bel, Montessori, Tagore, Spencer, Steiner, dll yang memunculkan sintesa pemikiran pendidikan dalam alam Indonesia yang mengejawantah di Taman Siswa. \u00a0 \u00a0Menurut Rudolf Steiner, mengenai kodrat anak, bukan hanya <em>aesthetische instincten<\/em>, namun juga <em>motorische instincten<\/em> sebagai dorongan yang paling kuat. \u00a0Hal ini bisa dilihat ketika anak bergembira, berlari, \u00a0menyanyi, menari, dan bergerak. Disamping itu ada pula\u00a0<em>rhytmisch instinct<\/em> yang dapat menghubungkan antar <em>instinct<\/em>. \u00a0Ketiga <em>instinct<\/em> tersebut dapat diamati dalam masa pertumbuhan dan perkembangan anak.<a href=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/index1.jpeg\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignright  wp-image-1651\" src=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/index1.jpeg\" alt=\"index1\" width=\"302\" height=\"208\" \/><\/a><\/p>\n<p>Bergerak dengan menganut wirama, baik dari instrumen yang didengar maupun yang ia bikin sendiri dengan alat apa adanya. Di Indonesia ragam instrumen musik itu ada dalam setiap kebudayaaan dan itu adalah modal besar bagi pendidikan anak guna membentuk watak dan sekaligus menyehatkan jasmani anak.<\/p>\n<p>Rythme Steinner akan membantu anak untuk menyelaraskan gerak dengan seluruh<a href=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/index.jpeg\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignright  wp-image-1652\" src=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/index.jpeg\" alt=\"index\" width=\"308\" height=\"185\" \/><\/a> inderanya, dengan rasa dan pikiran ketika anak bergerak secara ritmik , termasuk dalam baris berbaris, senam bersama, menari bersama. Wirama adalah bagian dari proses pendidikan yang akan menyehatkan jiwa anak. Juga, Steinner mementingkan segala bentuk kesenian seperti seni lukis, seni kriya. Bagaimana warna dipilih dan keseimbangan warna atau keindahan bentuk akan menuntunt\u00a0 anak dalam tumbuhnya \u00a0<a href=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/3419563p.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignright  wp-image-1653\" src=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/3419563p.jpg\" alt=\"3419563p\" width=\"313\" height=\"208\" srcset=\"https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/3419563p.jpg 600w, https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/3419563p-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 313px) 100vw, 313px\" \/><\/a>jiwa yang disebut \u00a0<em>Eurhythmy<\/em> atau Wirama Indah.<\/p>\n<p>Demikian banyak perminan anak-anak Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai Rote yang sebenarnya merupakan modal sosial pendidikan yang baik bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan dan perkembangan jiwa anak.<\/p>\n<p>Dalam <em>Three Dimension of Learning,<\/em> sosialita itu sangat bermanfaat bagi anak-anak untuk \u00a0<a href=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Three-Dimensions-of-Learning.png\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignright  wp-image-1655\" src=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Three-Dimensions-of-Learning.png\" alt=\"Three Dimensions of Learning\" width=\"313\" height=\"319\" srcset=\"https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Three-Dimensions-of-Learning.png 400w, https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Three-Dimensions-of-Learning-294x300.png 294w\" sizes=\"(max-width: 313px) 100vw, 313px\" \/><\/a>\u00a0mulai mengembangkan rasa, hati, pikiran, dan sistem motorik tubuh. \u00a0Bagai anak, bermain adalah bergembira, menyenangkan, dan selalu mencari teman dalam bermain. Lihatlah apa yang diakses dalam interaksi bermain ? Emosi dan Kognisi. Anak membutuhkan itu dalam masa pertumbuhan dan perkembangan.<\/p>\n<p>Lihatlah ketika anak-anak bermainan mainan yang ada di Nusantara ini, seperti Dakon, Gundu, atau bahkan Drama. itu semua sangat penting bagi anak-anak yang dimaksudkan oleh Ki Hadjar sebagai Wirama dan sangat kaya di Nusantara ini. Maka, Wirama adalah bagian dari pendidikan anak Indonesia, sebagai <a href=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/festival-dolanan-anak-anak-di-solo1.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignright  wp-image-1657\" src=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/festival-dolanan-anak-anak-di-solo1.jpg\" alt=\"festival-dolanan-anak-anak-di-solo1\" width=\"347\" height=\"256\" srcset=\"https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/festival-dolanan-anak-anak-di-solo1.jpg 600w, https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/festival-dolanan-anak-anak-di-solo1-300x222.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 347px) 100vw, 347px\" \/><\/a>bagian dari Olah Hati, Olah Rasa, Olah Pikir, dan Olah Jasmani dalam model pendidikan yang dikembangkan di Taman Siswa. ini yang membuat Tagor dkk mengirim Prof dan siswa untuk belajar di Taman Siswa ketika negeri ini masih dalam pemerintahan Hindia Belanda. dua dekade lebih sebelum negeri ini merdeka di 17 Agustus 1945.<span style=\"line-height: 1.5;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Tampar.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignleft  wp-image-1684\" src=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Tampar.jpg\" alt=\"Tampar\" width=\"403\" height=\"259\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/main-kelereng-kaulinan-barudak.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"  wp-image-1680 alignright\" src=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/main-kelereng-kaulinan-barudak.jpg\" alt=\"main kelereng-kaulinan barudak\" width=\"324\" height=\"243\" srcset=\"https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/main-kelereng-kaulinan-barudak.jpg 448w, https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/main-kelereng-kaulinan-barudak-300x225.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 324px) 100vw, 324px\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tampar atau tali atau karet yang dianyam bisa menjadi alat permainan anak seperti ini disepuruh penjuru anak di Nusantara. Bergerak dinamis, berpikir, menyesuaikan diri untuk mengatur setinggi apa dia bisa melompat agar tidak menyentuh tali. Luar biasa<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Teater-Anak2-Pelangi-02.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\" size-full wp-image-1660 alignleft\" src=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Teater-Anak2-Pelangi-02.jpg\" alt=\"Teater Anak2 Pelangi 02\" width=\"500\" height=\"375\" srcset=\"https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Teater-Anak2-Pelangi-02.jpg 500w, https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Teater-Anak2-Pelangi-02-300x225.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Permainan Gundu atau kelereng ini benar-benar mengasah ketajaman pikiran dan kepekaan rasa agar kelereng mengenai kelereng yang dituju namun tidak melanggar aturan atau menyebabkan kelerengnya masuk dalam batas dan dianggap mati.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Demikian banyak pemikiran para tokoh dunia dalam pendidikan anak yang menginspirasi pemikiran Ki Hadjar. bukan hanya Fr\u00f6bel, Montessori, Tagore, Spencer, Steiner, dll yang memunculkan sintesa pemikiran pendidikan dalam alam Indonesia yang mengejawantah di Taman Siswa. \u00a0 \u00a0Menurut Rudolf Steiner, mengenai kodrat anak, bukan hanya aesthetische instincten, namun juga motorische instincten sebagai dorongan yang paling kuat. &hellip; <a href=\"https:\/\/as.pirus.id\/?page_id=1633\" class=\"more-link\">Continue reading <span class=\"screen-reader-text\">WIRAMA, PENDIDIKAN DALAM BUDAYA INDONESIA<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1648,"parent":1191,"menu_order":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_links_to":"","_links_to_target":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/1633"}],"collection":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1633"}],"version-history":[{"count":36,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/1633\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1805,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/1633\/revisions\/1805"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/1191"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1648"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1633"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}