{"id":1201,"date":"2014-12-28T08:55:06","date_gmt":"2014-12-28T08:55:06","guid":{"rendered":"http:\/\/asiswanto.net\/?page_id=1201"},"modified":"2015-03-22T19:39:30","modified_gmt":"2015-03-22T19:39:30","slug":"taman-indriya","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/as.pirus.id\/?page_id=1201","title":{"rendered":"TAMAN INDRIYA DALAM SISTEM PENDIDIKAN TAMAN SISWA"},"content":{"rendered":"<p>Menurut \u00a0Ki Hadjar Dewantara, Proklamasi 17 Agustus 1945 adalah pernyataan Politik dan sekaligus Pernyataan Budaya. Penyataan politik adalah pintu gerbang bagi kemerdekaan di bidang budaya dalam arti luas yaitu\u00a0ekonomi, politik, sosial, pendidikan.\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">Setelah Indonesia merdeka, kesadaran mulai tumbuh bahwa bangsa yang merdeka\u00a0itu bukan bangsa yang harus tergantung hidupnya kepada bangsa lain atau \u00a0merupakan tiruan dari bangsa lain namun harus dapat menunjukkan Sifat, Bentuk, Isi, dan Laku Hidup dan Penghidupan sendiri, sebagai kodrat alam dan kodrat jaman.\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5;\">Pendidikan dan pengajaran adalah hulu dimana masa depan bangsa indonesia akan bermuara.<\/span><\/p>\n<p>Ki Hadjar membagi fasa pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi tiga, yaitu :<span style=\"line-height: 1.5;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>Masa<strong>\u00a0<\/strong><strong><b>kanak-kanak<\/b><\/strong>\u00a01-7 tahun<\/li>\n<li>Masa\u00a0<strong><b>pertumbuhan Jiwa dan Pikiran<\/b><\/strong>\u00a07-14 tahun<\/li>\n<li>Masa\u00a0<strong><b>terbentuknya Budi Pekerti atau Kesadaran Sosial<\/b><\/strong>, 14-21 tahun<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selanjutnya, Ki Hadjar mengejawantahkan\u00a0\u00a0pembagian fasa tersebut\u00a0kedalam sistem pendidikan Taman Siswa, yaitu :<\/p>\n<ol>\n<li>Taman Indriya \u00a0 \u00a0&lt; \u00a07 tahun<\/li>\n<li>Taman Anak\u00a0\u00a0pasca Taman Indriya kelas 1, 2, dan 3<\/li>\n<li>Taman Muda\u00a04. 5, dan 6<\/li>\n<li>Taman Madya<\/li>\n<li>Taman Dewasa<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>TAMAN INDRIYA<\/strong><\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Taman-Indriya-Pembukaan-e1425460204689.png\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignright size-full wp-image-1409\" src=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Taman-Indriya-Pembukaan-e1425460204689.png\" alt=\"Taman Indriya Pembukaan\" width=\"200\" height=\"281\" \/><\/a><\/p>\n<p>Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam pendidikan anak usia dini hingga pendidikan dasar \u00a0 banyak dipengaruhi tokoh-tokoh pendidikan terkenal seperti Maria Montessori, Friedrich Wilhelm August Fr\u00f5ebel,\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">Jean-Jacques Rousseau, Rudolf Steiner, Rabrindranath Tagore, Herbert Spencer,\u00a0Johann Heinrich Pestalozzi. Dipadu dengan pemahaman Ki Hadjar tentang budaya Jawa yang beliau pahami serta<em> tacit knowledge<\/em> beliau mengenai budaya Indonesia yang beragam maka lahirlah\u00a0sintesa yang menjelma menjadi <a title=\"REVOLUSI PENDIDIKAN KI HADJAR : TUJUAN, PAEDAGOGI, DAN ISI\" href=\"http:\/\/asiswanto.net\/?page_id=996\" target=\"_blank\"><span style=\"color: #0000ff;\">Pedagogi Taman Siswa<\/span><\/a> serta <a title=\"SISTEM AMONG TAMAN SISWA MENJADI KALISATOR GIFTED &amp; TALENTED STUDENT\" href=\"http:\/\/asiswanto.net\/?page_id=1284\" target=\"_blank\"><span style=\"color: #0000ff;\">Sistem Among<\/span><\/a>. \u00a0Seperti dalam proses\u00a0<span style=\"color: #0000ff;\"><em>\u00a0<\/em><\/span><\/span><em><span style=\"line-height: 1.5;\"><span style=\"color: #0000ff;\"><a style=\"color: #0000ff;\" title=\"Nit\u00e8ni, Nirokk\u00e9, Nambahi\" href=\"http:\/\/asiswanto.net\/?page_id=75\" target=\"_blank\">Niteni, Nirokke, Nambahi<\/a><\/span>.<\/span><\/em><\/p>\n<p>Sintesa Ki Hadjar terhadap berbagai pemikiran para ahli pendidikan dan filsafat dunia tersebut\u00a0menghasilkan model Pendidikan Taman Indriya yang khas Taman Siswa dan merupakan unataian awal dalam upaya pembangunan budaya nasional melalui pendidikan sejak dini, yaitu usia &lt; 7 tahun.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Pestaloozi-walled-garden.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignright wp-image-1527\" src=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Pestaloozi-walled-garden.jpg\" alt=\"Pestaloozi walled garden\" width=\"257\" height=\"193\" srcset=\"https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Pestaloozi-walled-garden.jpg 400w, https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Pestaloozi-walled-garden-300x225.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 257px) 100vw, 257px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Istilah Taman bukan hanya berasal dari <em>Kindergarten<\/em> \u00a0Fr\u00f5ebel, namun juga jauh sebelumnya Pestaloozi pada tahun 1700 sudah melakukan revolusi pendidikan yang menentang pendidikan represif jauh sebelum Paulo Freire, yaitu dengan memperkenalkan Pestaloozi Garden. . Taman adalah tempat yang indah penuh dengan bunga-bunga yang akan membuat orang senang. Demikian pula anak ketika belajar, suasana seperti itulah yang ingin diciptakan. Dalam hal ini, seperti \u00a0 Fr\u00f5ebel, istilah sekolah tidak digunakan dan anak adalah bagian dari keindahan tersebut dan menyatu dengan keindahan tersebut.<\/p>\n<p>Istilah <strong>Taman Indriya<\/strong> digunakan dan bukan <strong>Taman Anak<\/strong> karena pertama pada usia &lt; 7 tahun, anak-anak sedang pada tahap pengembangan sensori mereka\u00a0dan ingin mengenal dan belajar dunia baru yang beraneka dan warna-warni melalui indera\u00a0mereka; ke dua, di sistem pendidikan Taman Siswa, Taman Anak digunakan untuk pasca Taman Indriya, yaitu kelas I, II, dan III ;\u00a0 dan ke tiga, penggunaan istilah sendiri yang tidak meniru.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>ANAK USIA DIBAWAH 7 TAHUN<\/strong><\/p>\n<p>Anak di usia &lt; 7 tahun dibagi menjadi dua yaitu kurang dari 3.5 tahun dan di atas 3.5 tahun. Batasan usia 7 tahun karena dibawah usia itu diferensiasi Trisakti \u00a0manusia yaitu Pikiran, Rasa, dan Kemauan belum muncul. dalama masa itu dikenal sebagai masa <em>instincten<\/em>\u00a0yang mencerminkan dorongan segala keinginan, nafsu, dan kekautan lain \u00a0pada anak-anak. <em>Instincten<\/em> hanya perlu untuk memenuhi \u00a0kehidupoan secara primer dan primitif, maka harus dituntut dan dialirkan ke arah adab kemanusiaan dan dari natur menuju ke arah kultur.<\/p>\n<p>Di di atas\u00a03.5 tahun anak masuk dalam fasa gevoelige\u00a0periode\u00a0\u00a0atau periode peka \u00a0oleh Maria Montessori, yaitu saat terbukanya jiwa anak-anak untuk menerima pengaruh-pengaruh dari lingkungannya melalui panca inderanya. Anak-anak sangat tertarik pada gambar, warna, suara, gerak dan tarian yang disebut sebagai <em>esthetische indrukken<\/em> atau kesan estetetik. Diampingm itu, anak juga mulai tertarik untuk berkomunikasi, mendengar cerita, mendengar musik, dan \u00a0bermain bersama, dan disebut sebagai <em>ethische indrukken<\/em>\u00a0atau tayangan etika.<\/p>\n<p>Menurut Moontessorie, pegalaman jiwa anak di masa peka itu akan mempengaruhi pembawaan anak yang diikuti oleh masa pertumbuhan anak secara pisik terutama dalam pertumbuhan sel-sel syaraf di otak. Setiap informasi baru akan menumbuhkan sel-sel syaraf baru di otak. Dengan demikian, betapa penting masa itu bagai pertumbuhan dan perkembangan jiwa anak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>MARIA MONTESSORI DAN \u00a0FRIEDRICH FR\u00d6EBEL<\/strong><\/p>\n<p>Baik \u00a0Montessori maupun Frobel memiliki kesamaan dalam memandang perkembangan jiwa anak pada usia setelah 3 tahun. \u00a0Namun mereka berbeda dalam perlakuan dalam pendidikan.<\/p>\n<p>Fr\u00f6bel yang menggunakan istilah Kindergarten untuk memberi gambaran bahwa <a href=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/1840.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignright  wp-image-1528\" src=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/1840.jpg\" alt=\"1840\" width=\"238\" height=\"170\" \/><\/a>anak-anak dalam masa pertumbuhan dan perkembangan mereka membutuhkan tempat yang indah yaitu taman. Keindahan sebuah taman akan membantu anak untuk mulai mengenali aneka warna, aneka tumbuhan, dan aneka tumbuhan yang sangat bermanfaat bagi masa pertumbuhan dan perkembangannya.Ki Hadajar, dalam hal ini, memegang prinsip untuk tidak meniru, yang juga tidak dikehendaki oleh Fr\u00f6bel maka memunculkan nama Taman Indriya yang khas Taman Siswa dengan konsep yang tidak berbeda. Anak adalah seperti bagian dari taman yang harus dijaga dan dirawat agar tetap indah. Satu abad sebelumnya Pestalozzi juga telah mengenalkan &#8220;taman&#8221; yang dikenal dengan Pestalozzi Garden dengan konsep yang kurang lebih sama.<\/p>\n<p>Di sisi yang lain, Montessori memberi rangsangan mainan yang menyenangkan anak. Jadi, bukan taman atau situasi yang menyenangkan namun alat permainan yang membuat anak senang bermain. Jadi, di masa pertumbuhan dan perkembangan di awal usia, suasana bermain adalah suasana yang sesuai dengan pertumbuhan pisik dan jiwa anak yang kenurut Herbert Spencer adalah karena adanya sisa kekuatan dalam jiwa dan tumbuhnya anak ketika. Maka, Ki Hadjar memadukan itu semua dalam pendidikan Taman Siswa.<\/p>\n<p><span style=\"line-height: 1.5;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>WIRAMA<\/strong><\/p>\n<p>Menurut Rudolf Steiner, mengenai kodrat anak, bukan hanya <em>aesthetische instincten<\/em>, namun juga <em>motorische instincten<\/em> sebagai dorongan yang paling kuat. \u00a0Hal ini bisa dilihat ketika anak bergembira, berlari, \u00a0menyanyi, menari, dan bergerak. Disamping itu ada pula <em>rhytmisch instinct<\/em> yang dapat menghubungkan antar <em>instinct<\/em>. \u00a0Ketiga <em>instinct<\/em> tersebut dapat diamati dalam masa pertumbuhan dan perkembangan anak.<a href=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/anak-taman-siswa.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignright  wp-image-1642\" src=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/anak-taman-siswa.jpg\" alt=\"anak taman siswa\" width=\"270\" height=\"268\" srcset=\"https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/anak-taman-siswa.jpg 220w, https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/anak-taman-siswa-150x150.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 270px) 100vw, 270px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Bergerak dengan menganut wirama, baik dari instrumen yang didengar maupun yang ia bikin sendiri dengan alat apa adanya. Di Indonesia ragam instrumen musik itu ada dalam setiap kebudyaaan dan itu adalah modal besar bagi pendidikan anak guna membentuk watak dans ekaligus menyehatkan jasmani anak.<\/p>\n<p>Rythme Steinner akan membantu anak untuk menyelaraskan gerak dengan seluruh inderanya, dengan rasa dan pikiran ketika anak bergerak secara ritmik , termasuk dalam baris berbaris, senam bersama, menari bersama. Wirama adalah bagian dari proses pendidikan yang akan menyehatkan jiwa anak. Juga, Steinner mementingkan segala bentuk kesenian seperti seni lukis, seni kriya. Bagaimana warna dipilih dan keseimbangan warna atau keindahan bentuk akan menuntunt\u00a0 anak dalam tumbuhnya \u00a0jiwa yang disebut \u00a0<em>Eurhythmy<\/em> atau Wirama Indah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Oleh karena itu, Ki Hadjar Dewantara membuat lima pertanyaan berkaitan dengan\u00a0Pendidikan dan Alam Budaya Indonesia :<\/p>\n<ol>\n<li>Apakah adat kebiasaan yang pasti dalam hubungannya anak-anak dengan ibu-bapaknya, teman-teman di rumahnya dan di wilayahnya ? Dan, bagaimanakah sifat wujudnya.<\/li>\n<li>Bagaimanakah cara anak-anak memelihara atau melaksanakan segala keinginannya, baik sendiri maupun dengan teman-temannya?<\/li>\n<li>Permainan apakah yang ada disekitar tenpat tinggal atau wilayahnya ?<\/li>\n<li>Bagaimana hubungan anak dengan alam dan masyarakat yang mengelilinginya ?<\/li>\n<li>Adakah anasir-anasir yang <em>paedagogisch<\/em> terdapat dalam segala laku pikirannya, perasaan serta gerak-gerik anak dalam hidupnya sehari-hari dan dapat dimasukkan secara modern dalam daftar pelajaran di sekolah bagian Taman Indriya ?<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>_______________________________<\/p>\n<p>Sumber : Ki Hadjar Dewantara,<em> Taman Indriya<\/em>, Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa Yogyakarta, 1955.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menurut \u00a0Ki Hadjar Dewantara, Proklamasi 17 Agustus 1945 adalah pernyataan Politik dan sekaligus Pernyataan Budaya. Penyataan politik adalah pintu gerbang bagi kemerdekaan di bidang budaya dalam arti luas yaitu\u00a0ekonomi, politik, sosial, pendidikan.\u00a0Setelah Indonesia merdeka, kesadaran mulai tumbuh bahwa bangsa yang merdeka\u00a0itu bukan bangsa yang harus tergantung hidupnya kepada bangsa lain atau \u00a0merupakan tiruan dari bangsa &hellip; <a href=\"https:\/\/as.pirus.id\/?page_id=1201\" class=\"more-link\">Continue reading <span class=\"screen-reader-text\">TAMAN INDRIYA DALAM SISTEM PENDIDIKAN TAMAN SISWA<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1269,"parent":1191,"menu_order":3,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_links_to":"","_links_to_target":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/1201"}],"collection":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1201"}],"version-history":[{"count":54,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/1201\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1644,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/1201\/revisions\/1644"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/1191"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1269"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1201"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}