{"id":1191,"date":"2014-12-28T08:47:53","date_gmt":"2014-12-28T08:47:53","guid":{"rendered":"http:\/\/asiswanto.net\/?page_id=1191"},"modified":"2015-08-21T15:17:34","modified_gmt":"2015-08-21T15:17:34","slug":"taman-siswa-2","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/as.pirus.id\/?page_id=1191","title":{"rendered":"TAMAN SISWA"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Lawan-Sastra-Ngesti-Mulya.png\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1364\" src=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Lawan-Sastra-Ngesti-Mulya.png\" alt=\"Lawan Sastra Ngesti Mulya\" width=\"838\" height=\"116\" srcset=\"https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Lawan-Sastra-Ngesti-Mulya.png 838w, https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Lawan-Sastra-Ngesti-Mulya-300x41.png 300w\" sizes=\"(max-width: 838px) 100vw, 838px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-family: 'book antiqua', palatino; color: #0000ff;\"><em>Dengan Kecerdasan Jiwa Menuju ke Arah Kesejahteraan<\/em><\/span><\/p>\n<p><strong>Taman Siswa<\/strong> adalah sebuah nama untuk sebuah Perguruan Nasional yang berdiri pada 3 Juli 1922, dua puluh tiga tahun sebelum Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945.\u00a0Kosa kata &#8220;Taman&#8221; adalah unik menjelaskan tempat yang indah dan menyenangkan dimana siswa belajar. Maka, jenjang sistem pendidikan Taman Siswa\u00a0adalah :<\/p>\n<ol>\n<li>Taman Indriya<\/li>\n<li>Taman Anak<\/li>\n<li>Taman Muda<\/li>\n<li>Taman Madya<\/li>\n<li>Taman Dewasa<\/li>\n<li>Taman Guru<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>DIMANA API MULAI DISULUT<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"line-height: 1.5;\">Bila ditelusuri Lini Masa atau <\/span><em style=\"line-height: 1.5;\">Time Line<\/em><span style=\"line-height: 1.5;\">\u00a0Taman Siswa maka benang merah itu \u00a0ditemukan dimana bara api kebangsaan mulai berkembang di STOVIA atau\u00a0<\/span><i style=\"color: #252525;\">School tot Opleiding van Indische Artsen, <\/i><span style=\"line-height: 1.5;\">yang juga dikenal sebagai \u00a0Dokter-Jawa School dan Soetatmo Surjokoesoemo serta Soewardi Suryaningrat yang kelak menjadi tokoh-tokoh \u00a0Taman Siswa belajar di sekolah dokter Jawa tersebut\u00a0.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Gedong_Stovia.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-1273 size-full\" src=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Gedong_Stovia.jpg\" alt=\"Gedong_Stovia\" width=\"500\" height=\"374\" srcset=\"https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Gedong_Stovia.jpg 500w, https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Gedong_Stovia-300x224.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"line-height: 1.5;\">Mungkin juga STOVIA adalah rahmat tersembunyi bagi bangsa ini untuk memerdekakakn diri karena para dokter Jawa di sekolah gratisan, yang didisain oleh Belanda untuk menangani masalah kesehatan di Hindia Belanda yang banyak dan tidak bisa ditangani oleh dokter-dokter Belanda itu, bukan saja memperoleh pengetahuan namun juga terbangun kesadaran kebangsaan mereka.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Stovia-fac.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-1274\" src=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Stovia-fac-300x228.jpg\" alt=\"Stovia-fac\" width=\"500\" height=\"381\" srcset=\"https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Stovia-fac-300x228.jpg 300w, https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Stovia-fac.jpg 725w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dr Wahidin Soediro Hoesodo, dr Tjipto Mangun Koesoemo, dr Soetomo, dr Gunawan, dr Radjiman Wediodiningrat, Douwes Decker adalah tokoh-tokoh di STOVIA. Juga, Soetamo Suryo Koesoemo dan Suwardi Suryaningrat yang belajar di STOVIA, maka mereka juga terlibat dalam membahas masalah kebangsaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p class=\"western\"><span style=\"color: #141412;\"><span style=\"font-family: 'Source Sans Pro', Helvetica, sans-serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span style=\"font-size: large;\">Setelah selesai pendidikan di STOVIA dr Wahidin Soediro Hoesodo bekerja di Jogja dan kemudian menoreh sejarah dengan mendirikan &#8220;Studiefonds&#8221;<a class=\"sdfootnoteanc\" href=\"#sdfootnote1sym\" name=\"sdfootnote1anc\"><sup>1<\/sup><\/a> dengan anggota Pangeran Notodirogjo, R. Dwidjosewojo, Budiardjo, R. Sosrosoegondo, dll. Kemudian dr. Wahidin Soedirohoesodo mendatangi karesidenan-karesidenan di Jawa untuk\u00a0menarik perhatian para Bupati dan orang-orang terkemuka \u00a0guna memperoleh bantuan untuk pendidikan bagi anak-anak pribumi di Jawa. Dalam penuturan Ki Hadjar, dr Wahidin sampai duduk bersila menyembah asisten keresidenan dalam upaya tersebut.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<div id=\"sdfootnote1\"><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/4207364475_81bd0e9019.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1291\" src=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/4207364475_81bd0e9019.jpg\" alt=\"4207364475_81bd0e9019\" width=\"500\" height=\"333\" srcset=\"https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/4207364475_81bd0e9019.jpg 500w, https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/4207364475_81bd0e9019-300x199.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Apa yang dilakukan oleh dr Wahidin kemudian memberi inspirasi bagi dr Soetomo dkk untuk mendirikan Boedi Oetomo yang berarti Budi yang Luhur, pada 20 Mei 1908. Ki Hadjar menyebut fasa antara Boedi Oetomo dengan Proklamasi Kemerdekaan adalah fasa Revolusi Optima. Secara teknis matematik, istilah itu berarti <em>given available constraints the objective function had been maximized<\/em>. Istilah Revolusi Optima tersebut juga memberi gambaran rentang waktu 37 tahun yang harus dilalui dengan darah pergerakan yang dihukum mati dan tangis serta kecerdasan kolektif bangsa dalam mewujudkan tujuan dengan mempersatukan potensi keanekaragaman bangsa yang sedang berkembang dan mencari jati diri.<span style=\"line-height: 1.5;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Fakta menunjukkan bahwasebelum Boedi Oetomo berdiri, sudah muncul Serikat Dagang Islam pada 16 Oktober 1905 dan kemudian kemudian muncul aneka pergerakan dengan identitasnya masing-masing, seperti Serikat Islam 1912.<\/p>\n<p>Selanjutnya, tiga tokoh STOVIA, yaitu dr Tjipto Mangoen Koesoemo, dr Doewes Decker, dan Suwardi Suryaningrat mendirikan <em>Indsche Partij<\/em> sebagai partai politik pertama di pemerintahan Hindia Belanda dengan\u00a0<em>statuen<\/em>\u00a0akan melakukan segala usaha yang menuju kemerdekaan Nusa dan Bangsa. Ketiga tokoh yang terlibat dalam \u00a0<em>Indische Partij<\/em> memang tokoh-tokoh\u00a0revolusioner dan garis keras kaum pergerakan dalam sikap dan tulisan terhadap Belanda.\u00a0<span style=\"color: #252525;\">Akibat tulisan terkenal Suwardi di\u00a0<\/span><i style=\"color: #252525;\">De Expres<\/i><span style=\"color: #252525;\">, &#8220;Als Ik Een Nederlander Was&#8221;\u00a0<\/span>\u00a0maka ketiga tokoh revolusioner tersebut, a<span style=\"color: #545454;\">kibat\u00a0<\/span>gerakan ini, Douwes Dekker\u00a0ke Kupang, Dr Tjipto ke Banda Neira, dan RM Soerjadi Soeryaningrat ke Bangka. Kemudian, atas usaha bersama kaum pergerakan, kalau sekarang saweran, \u00a0Tiga Serangkai itu kemudian pergi ke Belanda dengan harapan untuk melanjutkan perjuangan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Time-Line.png\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-1372 size-full\" src=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Time-Line-e1420755346192.png\" alt=\"Time Line\" width=\"2048\" height=\"1294\" srcset=\"https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Time-Line-e1420755346192.png 2048w, https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Time-Line-e1420755346192-300x189.png 300w, https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Time-Line-e1420755346192-1024x647.png 1024w\" sizes=\"(max-width: 2048px) 100vw, 2048px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Tokoh tiga serangkai tersebut pulang ke Indonesia dalam waktu tidak bersamaan. Di pengasingan Belanda ini adalah tonggak perubahan pemikiran Rm Suryadi Suryaningrat karena disana dia bertemu dengan tokoh-tokoh pergerakan lainnya, dan ini seperti yang diharapkan ketika berangkat.\u00a0<span style=\"color: #4f4f4f;\">Tahun 1913 \u2013 1915 RMSS menempuh pendidikan Paedagogie di Nederland hingga mendapatkan sertifikat sebagai pengajar Eropa. Sementara isterinya R<\/span><span style=\"color: #4f4f4f;\">Ay Soetartinah Sasraningrat (RSS) mengajar\u00a0Kinder Garten di\u00a0Frobel School yaitu sekolah anak-anak dengan sistem Frobel.\u00a0<\/span><span style=\"color: #252525;\">\u00a0Juga, beliau\u00a0 mempelajari pemikiran tokoh-tokoh\u00a0pendidikan seperti\u00a0<a class=\"ext-link\" style=\"color: #bc360a;\" title=\"Froebel\" href=\"http:\/\/www.froebelweb.org\/\" target=\"_blank\">Friederich Wilhelm August Fr\u00f6bel<\/a>\u00a0<\/span>dan\u00a0<a class=\"ext-link\" style=\"color: #bc360a;\" title=\"Maria Montessori\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Maria_Montessori\" target=\"_blank\">Maria Montessori<\/a>.<\/p>\n<p>Tahun 1919, RM Soewardi Suryaningrat pulang ke Indonesia dan kemudian membantu kakaknya di Surabaya dalam bidang Pendidikan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p class=\"western\"><span style=\"color: #141412;\"><span style=\"font-family: 'Source Sans Pro', Helvetica, sans-serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span style=\"font-size: large;\">Tahun 1920, adalah tahun yang membuat bingung kaum pergerakan, maka dalam kebingungan itu Ki Ageng Suryomentaram putra HB VII dan Ki Soetatmo Soeryokoesoemo, keduanya nasionalis revolusioner memprakarsai Gerakan Selasa Kliwonan atau Sa-Ka \u00a0atau Malam Selasa Kilwon. Senin Wage Malam disebut malam Selasa Kliwon memang merupakan hari istimewa menurut kepercayaan orang Jawa untuk tirakatan atau tidak tidur guna &#8220;maneges&#8221; atau &#8220;nggegayuh&#8221; atau <\/span><em><span style=\"font-size: large;\">foresight<\/span><\/em><span style=\"font-size: large;\">. Gerombolan SA-KA atau Selasa Kliwonan itu , menurut Ki Hadjar, bertemu setiap malam Selasa Kliwon untuk maneges mengenai kebangsaan. Pembahasan berkisar pada Hamemayu Hayuning Sarira, Hamemayu Hayuning Bangsa, dan Hamemayu Hayuning Manungso<\/span><span style=\"color: #ac0404;\"><span style=\"font-size: large;\"><a class=\"sdfootnoteanc\" href=\"#sdfootnote1sym\" name=\"sdfootnote1anc\"><sup>2<\/sup><\/a><\/span><\/span><span style=\"font-size: large;\">.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<div id=\"sdfootnote1\">\n<p class=\"sdfootnote-western\"><span style=\"line-height: 1.5; font-size: 16.363636016845703px;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<\/div>\n<p><a href=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/kas_soekarno.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1368\" src=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/kas_soekarno.jpg\" alt=\"kas_soekarno\" width=\"429\" height=\"277\" srcset=\"https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/kas_soekarno.jpg 429w, https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/kas_soekarno-300x193.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 429px) 100vw, 429px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Soekarno muda bertemu dengan Ki Ageng Suryo Mataram di rumahnya di Blitar ketika Ki Ageng Suryomentaram dalam rangka Kondho-Takon ke daerah-daerah berkunjung ke ayah Soekarno. Ki Ageng Suryo Mentaram\u00a0 putra HB VII mengajukan keinginannya untuk melepas gelar kepangeranannya kepada HB VII ayahnya guna menolak pemberian gaji dari Belanda dan lebih baik hidup di luar istana tanpa gelar Pangeran sebagai bentuk perlawanan terhadap kolonialisme. \u00a0Maka, kedekatan gerombolan Selasa Kliwonan itu tampak di foto di atas dimana Ki Ageng Suryo Mataram pada awalnya dilarang masuk ke istana karena pakaian kumalnya,<\/p>\n<p>Foto di atas<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/KHD-sejak-STOVIA.png\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-1331 size-full\" src=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/KHD-sejak-STOVIA-e1420375172423.png\" alt=\"KHD sejak STOVIA\" width=\"1514\" height=\"872\" srcset=\"https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/KHD-sejak-STOVIA-e1420375172423.png 1514w, https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/KHD-sejak-STOVIA-e1420375172423-300x172.png 300w, https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/KHD-sejak-STOVIA-e1420375172423-1024x589.png 1024w\" sizes=\"(max-width: 1514px) 100vw, 1514px\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p class=\"western\"><span style=\"color: #141412;\"><span style=\"font-family: 'Source Sans Pro', Helvetica, sans-serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span style=\"font-size: large;\">Output dari pertemuan SA-KA atau Selasa Kliwonan adalah Perguruan Nasional Taman Siswa atau Onderwisj Instituut Taman Siswa, dan itu menandai berakhirnya SA-KA karena tujuan telah tercapai<\/span><span style=\"color: #ac0404;\"><span style=\"font-size: large;\"><a class=\"sdfootnoteanc\" href=\"#sdfootnote1sym\" name=\"sdfootnote1anc\"><sup>3<\/sup><\/a><\/span><\/span><span style=\"font-size: large;\">.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<div id=\"sdfootnote1\"><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div id=\"sdfootnote1\"><span style=\"line-height: 1.5;\">Dalam perjalanan Perguruan nasional Taman Siswa, Belanda merasa terancam kemudian mengeluarkan <\/span><em style=\"line-height: 1.5;\">Wilde Schoolen Ordonantie<\/em><span style=\"line-height: 1.5;\">, yang ditentang gigih oleh teman-teman kaum pergerakan termasuk Boedi Oetomo dan\u00a0membuat peraturan yang melarang Taman Siswa tersebut dicabut. Namun ketika Jepang datang, kembali Taman Siswa dilarang oleh pemerintah Jepang dan kembali Ki Hadjar harus berjuang untuk menentangnya dan berhasil. Tahun 1942, Ki Hadjar bersama Soekarno, Hatta, dan K.H Mansyur mendirikan PUTERA atau Pusat Tenaga Rakyat.<\/span><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a style=\"line-height: 1.5;\" href=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/KHD-Proklamasi.png\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1264\" src=\"http:\/\/asiswanto.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/KHD-Proklamasi.png\" alt=\"KHD-Proklamasi\" width=\"970\" height=\"621\" srcset=\"https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/KHD-Proklamasi.png 970w, https:\/\/as.pirus.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/KHD-Proklamasi-300x192.png 300w\" sizes=\"(max-width: 970px) 100vw, 970px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Setelah Kemerdekaan, sesuai dengan hasil SA-KA berarti tujuan Taman Siswa sudah selesai, namun RUB 1946 menghendaki lain dan kemudian dibentuk sebuah tim yang diketahui oleh Ki Mangoen Sarkara dan membuahkan Dasar-Dasar Taman Siswa yang memuat Protokol 1922 yaitu Panca Darma.<\/p>\n<p><span style=\"line-height: 1.5;\">Selanjutnya, antara tahun 1945 &#8211; 1950 pemerintah NKRI berada di Jogja. Ada tiga Menteri Pendidikan yang berasal dari Taman Siswa yaitu Ki Hadjar, Ki Mangoen Sarkara, dan Ki Sarino.<\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"line-height: 1.5;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>_________________<\/p>\n<p><a class=\"sdfootnotesym\" style=\"color: #ac0404;\" href=\"#sdfootnote1anc\" name=\"sdfootnote1sym\">1<\/a>\u00a0 \u00a0Ki Hadjar Dewantara, Dari Kebangkitan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan, Penerbit Endang jakarta, 1952, hal. 64<\/p>\n<p><a class=\"sdfootnotesym\" style=\"color: #ac0404;\" href=\"#sdfootnote1anc\" name=\"sdfootnote1sym\">2<\/a>\u00a0\u00a0\u00a0Ki Hadjar Dewantara,\u00a0<i><b>Demokrasi dan Leiderschap<\/b><\/i>, Majelis Luhur Taman Siswa, 1964, hal 6.<\/p>\n<p><a class=\"sdfootnotesym\" style=\"color: #ac0404;\" href=\"#sdfootnote1anc\" name=\"sdfootnote1sym\">3<\/a>\u00a0 \u00a0&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-, 6<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dengan Kecerdasan Jiwa Menuju ke Arah Kesejahteraan Taman Siswa adalah sebuah nama untuk sebuah Perguruan Nasional yang berdiri pada 3 Juli 1922, dua puluh tiga tahun sebelum Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945.\u00a0Kosa kata &#8220;Taman&#8221; adalah unik menjelaskan tempat yang indah dan menyenangkan dimana siswa belajar. Maka, jenjang sistem pendidikan Taman Siswa\u00a0adalah : Taman Indriya &hellip; <a href=\"https:\/\/as.pirus.id\/?page_id=1191\" class=\"more-link\">Continue reading <span class=\"screen-reader-text\">TAMAN SISWA<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":892,"parent":0,"menu_order":4,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_links_to":"","_links_to_target":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/1191"}],"collection":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1191"}],"version-history":[{"count":62,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/1191\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1363,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/1191\/revisions\/1363"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/892"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/as.pirus.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1191"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}